Santorum Bayangi Romney

Kompas.com - 23/02/2012, 02:42 WIB

WASHINGTON DC, RABU - Kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Mitt Romney, menghadapi tekanan berat dari pesaingnya, mantan Senator Rick Santorum, menjelang pemilihan pendahuluan di kampung halamannya. Dukungan terhadap Santorum terus menguat.

Romney, yang beberapa pekan lalu seolah melenggang sendirian tanpa perlawanan berarti, kini harus mencari cara untuk merebut keunggulan dalam isu-isu sosial, yang menjadi kelebihan Santorum.

Pada 28 Februari mendatang, pemilihan pendahuluan akan digelar serentak di Michigan dan Arizona, dua negara bagian yang penting bagi Romney. Mantan Gubernur Massachusetts itu lahir di Michigan, dan ayahnya, George W Romney, pernah menjabat Gubernur Michigan periode 1963-1969.

Di Arizona, Romney juga seharusnya mendapat dukungan besar karena banyak penganut Mormon—aliran keyakinan yang dipeluk Romney—di negara bagian tersebut.

Namun, beberapa jajak pendapat terbaru menunjukkan Santorum mengungguli Romney di Michigan, dan terus membayangi Romney di Arizona. Jajak pendapat Time-CNN, Selasa (21/2), menunjukkan, Romney hanya unggul tipis di Arizona dengan 36 persen dukungan, dengan Santorum meraih 32 persen.

Di Michigan, tempat kota pusat industri otomotif Detroit berada, sebagian warga menyebut Romney harus memberi penjelasan soal sikapnya yang pernah menentang dana talangan Pemerintah AS bagi industri otomotif saat krisis ekonomi 2008. Padahal, berkat dana talangan yang diberikan pemerintahan Presiden Barack Obama itu, ribuan tenaga kerja terselamatkan dan tiga pabrikan otomotif AS kembali bangkit.

”Saya akan memilih Santorum karena tampaknya Romney bersikap plin-plan dalam beberapa isu, dan saya tak yakin bisa memercayai dia,” tutur Thomas Stehlin (66), warga kota St Clair Shores, Michigan.

Beberapa pengamat politik memperkirakan pemilihan pendahuluan pekan depan, yang disusul Super Tuesday (pemilihan serentak di 10 negara bagian) pada 6 Maret, akan menentukan masa depan Romney.

”Minggu ini sangat penting. Jika dia sampai kalah di Michigan, dia akan dipandang tak bisa menang di kampung halamannya sendiri, tempat ia dilahirkan, dibesarkan, dan tempat ayahnya pernah menjadi gubernur,” tutur Peter Brown, asisten direktur Quinnipiac University Polling Institute.

Momentum

Sebaliknya, Santorum, yang memosisikan diri sebagai konservatif sejati yang menentang keras aborsi dan pengendalian angka kelahiran, terus meraih dukungan setelah menang dalam tiga pemilihan pendahuluan berturut-turut, 7 Februari.

Namun, dia masih harus membuktikan kepiawaiannya dalam debat antarkandidat di Mesa, Arizona, Rabu malam waktu setempat atau Kamis pagi WIB.

”Bagi Santorum, ada banyak pengharapan. Kini setelah dia mendapat status bintang, dia harus tampil sangat bagus. Kesalahan apa pun yang ia perbuat akan disoroti karena statusnya itu. Dia harus menghadapi setiap serangan secara langsung,” ujar ahli strategi politik Partai Republik, Ron Bonjean.

Romney diduga akan menyerang rekam jejak Santorum saat duduk di Senat AS, 1995-2007, ketika dia ikut menyetujui berbagai anggaran belanja pemerintah yang dianggap pemborosan.

Santorum membela diri dengan mengatakan, Kongres AS sudah dipenuhi skandal sebelum ia menjadi senator. ”Kami datang ke sana, dan kami membongkar skandal demi skandal bipartisan, yang melibatkan politisi Partai Republik dan Demokrat yang melakukan berbagai hal untuk merusak kredibilitas (politisi) Washington DC,” ungkap Santorum, di Arizona, Rabu (22/2).

Naiknya popularitas Santorum menunjukkan, kelompok konservatif AS masih mencari alternatif capres di luar Romney. Charles Franklin, profesor hukum dan kebijakan publik di Marquette University Law School, mengatakan, para tokoh republiken saat ini masih mendukung Romney, tetapi mereka pun mulai gelisah.(AP/AFP/Reuters/DHF)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau