Arroyo: Saya Tidak Bersalah

Kompas.com - 23/02/2012, 11:30 WIB

MANILA, KOMPAS.com - Mantan Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo menyatakan tidak bersalah atas tuduhan kecurangan pemilu dalam persidangan awal yang digelar di Manila, Kamis (23/2/2012). Persidangan kasus ini menjadi ujian kunci bagi kampanye antikorupsi yang dilancarkan penggantinya, Benigno Aquino III.

Arroyo, yang memerintah dari 2001 hingga 2010, dituduh menggelembungkan suara dalam hasil pemilihan umum senat 2007 demi menguntungkan calon-calonnya. Tuduhan sabotase pemilu itu merupakan kasus pidana pertama dari sejumlah kasus lain yang disiapkan untuknya.

"Tidak bersalah," katanya dengan suara lirih dan tenang di persidangan setelah pembacaan perkara. Jika terbukti bersalah, Arroyo bisa terancam hukuman penjara seumur hidup.

Bagi Arroyo maupun Aquino, persidangan ini menjadi pertaruhan besar. Aquino bisa kehilangan dukungan publik jika Arroyo bebas dari hukuman. Di samping itu kampanye "tidak ada korupsi, tidak ada kemiskinan" yang didengang-dengungkannya hanya akan menjadi upaya gagal untuk memberantas suap dan pemerintahan buruk yang sudah puluhan tahun menjadi momok di negara itu.

Lolosnya Arroyo dari dakwaan hanya akan membuktikan yang dikatakan Arroyo benar, bahwa tuntutan hukum terhadapnya merupakan balas dendam politik untuk menghancurkan reputasinya dan menutupi kegagalan Aquino memperbaiki taraf kehidupan rakyat Filipina.

"Meskipun fitnah masif dan terus menerus ditujukan pada saya dan keluarga, saya selalu katakan bahwa saya akan membantah semua tuduhan dalam forum yang pantas," kata Arroyo dalam sebuah pernyataan seraya menambahkan bahwa dia ingin membersihkan nama.

Dia berjanji untuk menghormati hukum dan mengharapkan hal sama dari para pemimpin negara.

Dalam tuduhan-tuduhan itu disebutkan, sejumlah saksi mengatakan Arroyo memberi instruksi untuk menggelembungkan suara dalam kolusi dengan pemimpin klan politik Andal Ampatuan Sr. Saat ini Ampatuan sendiri sedang menghadapi dakwaan pembunuhan terkait kasus pembantaian bermuatan politik terhadap 57 orang, termasuk 32 wartawan. Ampatuan membantah tuduhan itu.

Sementara itu suami Arroyo, Miguel "Mike" Arroyo, mengyatakan istrinya, "merasa tuduhan itu merupakan ketidakadilan". "Tidak ada kasus di sini," tegasnya. Dikatakannya, istrinya merasa frustrasi dan menderita sakit tulang punggung dan memerlukan perawatan kesehatan di luar negeri.

Hanya 10 menit berada di ruang sidang, Arroyo dibawa ke rumah sakit militer dengan pengawalan ketat. Di rumah sakit itu, Arroyo menjalani perawatan untuk masalah tulang punggugnnya.

Juru bicara pengadilan mengatakan, persidangan itu bersejarah karena "suara rakyat disabotase dan tersangka adalah mantan presiden."

Presiden Aquino berjanji akan mencabut korupsi hingga ke akarnya dan mengatakan tidak ada orang yang lolos dari hukuman. "Tidak ada pengecualian dalam kampanye melawan korupsi. Bukan masalah jika Anda mantan presiden atau pegawai negeri rendahan. Jika Anda tidak jujur, Anda harus bertanggung jawab secara hukum," tegasnya, Selasa (21/2/2012).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau