Kemdikbud Akan Deklarasikan Zona Bebas Korupsi

Kompas.com - 23/02/2012, 14:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan mendeklarasikan sebagai lembaga yang bebas korupsi, didukung kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Rencananya, deklarasi itu akan direalisasikan di tengah perhelatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) yang diselenggarakan 26–28 Februari 2012, di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Kemdikbud, Bojongsari, Depok.

Sekretaris Jenderal Kemdikbud Ainun Naim menjelaskan, deklarasi zona bebas korupsi akan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Mendikbud dengan Ketua KPK, dan antara Mendikbud dengan Ketua BPKP.

Ia mengatakan, kerja sama antara Kemdikbud dengan KPK dan BPKP akan mendorong sosialisasi, tindakan pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi yang lebih gencar.

“Kemdikbud bertekad untuk mencapai penggunaan anggaran yang bersih, transparan dan akuntabel serta  menghilangkan inefesiensi di semua unit,” kata Ainun Naim, Kamis (23/2/2012), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Menurut Ainun, ke depannya, semua kegiatan di kementerian akan mendapatkan pengawasan ketat, namun ada area yang menjadi prioritas perhatian yaitu, pengadaan barang dan jasa, biaya perjalanan dinas, dan anggaran bantuan sosial.

Terkait itu, unit-unit utama khususnya Sekretariat Jenderal (Setjen), Inspektorat Jenderal (Itjen) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) akan dijadikan sebagai zona integritas.

"Sebab, semua pengadaan barang dan jasa ada dalam kewenangan Setjen. Adapun Ditjen Dikti, merupakan unit utama yang mendapat anggaran paling besar dibandingkan dengan unit utama lainnya di lingkungan Kemdikbud," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau