Kerabat Korban Penganiayaan Ramaikan RSCM

Kompas.com - 23/02/2012, 14:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pasca-penganiayaan yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto di Jalan Abdul Rahman Saleh Nomor 24, Jakarta Pusat, dini hari lalu, kedua jenazah masih disemayamkan di kamar jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Kamis (23/2/2012).

Berdasarkan pantauan Kompas.com, dari kedua jenazah yang disemayamkan, yaitu Ricky Tutu Boy dan Stanley AY Wenno, hanya keluarga dari almarhum Stanley yang berada di ruangan jenazah, sementara belum ada pihak yang mengatasnamakan keluarga dari Ricky.

Sumiati, istri Stanley, mengaku masih tak percaya, pria yang dinikahinya 14 tahun silam tersebut meninggal dengan cara yang mengenaskan. "Tiap hari dia sebenarnya pulang ke rumah, kemarin doang izin minta nggak pulang," ujarnya sambil tak kuasa menahan tangis.

Kerabat kedua korban tampak berada di sekitar ruangan jenazah. Mereka yang rata-rata berkulit gelap, berbadan kekar, dan sebagian bertato tersebut menunggu kedua jenazah diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan.

Sebelumnya diberitakan, terjadi bentrokan antar-kelompok yang terjadi di dalam Rumah Duka RSPAD Gatot Subroto di Jalan Abdul Rahman Saleh Nomor 24, Jakarta Pusat, sekitar pukul 01.30. Pihak kepolisian masih menyelidiki motif tewasnya dua orang tersebut. Namun, Polda Metro Jaya telah mengidentifikasi kedua kelompok yang terlibat dalam bentrokan itu berasal dari daerah yang sama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau