Main "Video Game" Sembuhkan Katarak?

Kompas.com - 23/02/2012, 15:13 WIB

KOMPAS.com - Bermain video game tidak selamanya berdampak buruk. Sebuah riset terbaru menemukan bahwa bermain video game dapat meningkatkan kualitas penglihatan, khususnya pada mereka yang memiliki penyakit katarak kongenital.

Upaya pembedahan dan penggantian lensa kontak tampaknya tidak selalu memberikan manfaat maksimal, khususnya pada pasien dengan penyakit katarak bawaan sejak lahir. Karena ketika memasuki usia dewasa, kesempatan mereka mengalami gangguan penglihatan sangat mungkin terjadi.

Dr. Daphne Maurer peneliti dari McMaster University, Kanada dalam risetnya melibatkan enam pasien dewasa berusia 19 hingga 31 yang mengidap katarak bawaan. Pasien ini diminta menjalankan sejenis program permainan yang melibatkan unsur strategi, ketangkasan, dan pemusaatan perhatian secara detil selama 10 jam setiap pekan dalam kurun waktu empat minggu.

Ketika masa program berakhir, mereka yang berpartisipasi dalam riset ini menunjukkan perbaikan dalam hal mendeteksi perbedaan yang halus dalam hal kontras, fokus, mengikuti  pergerakan benda-benda kecil, serta membaca huruf cetak halus. Menurut Maurer says, hal ini merupakan bukti bahwa otak dewasa dapat dilatih secara berkelanjutan. Artinya, hal ini dapat dilakukan dalam kondisi keterbatasan indra penglihatan yang sudah ada sebelumnya.

"Setelah memainkan video game action selama 40 jam dalam empat minggu, penglihatan pasien akan lebih baik khususnya dalam melihat tulisan kecil, titik-titik yang bergerak, dan dalam mengenali wajah," kata Maurer.

Penemuan Maurer sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan para ilmuwan dari India. Dr. Somen Ghosh dari Micro Surgical Eye Clinic di Calcutta  menemukan bahwa bermain video game selama 40 jam dapat membantu mengobati 'mata malas' atau amblyopia. Ini adalah sebuah kondisi di mana telah terjadi gangguan otak yang membuat salah satu mata tidak dapat melihat dengan jelas.

"Perbaikan ini menjelaskan kepada kita bahwa otak orang dewasa masih cukup mudah dibentuk dan dilatih untuk mengatasi penurunan saraf sensorik," kata Maurer.

Penemuan yang dilakukan Maurer dipresentasikan dalam pertemuan  American Association for the Advancement of Science (AAAS) di Vancouver, dan bukan tak mungkin suatu hari nanti akan menjadi terapi baru untuk mereka yang mengidap katarak bawaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau