Kenek Truk Tewas Terjepit

Kompas.com - 23/02/2012, 20:32 WIB

SITUBONDO, KOMPAS.com - Nasib tragis dialami oleh salah seorang kenek truk bernama Sucipto (36), warga Dusun Pahtek, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan. Betapa tidak, kenek truk Nopol P 8386 E, tewas dengan kondisi mengalami luka sangat mengenaskan di tubuhnya, akibat terjepit bodi truk yang dikemudikan oleh Asjon (31), tetangganya, Kamis (23/2/2012).

Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Desa Tenggir, Kecamatan Panji, tepatnya pada KM 204 arah Surabaya. Itu terjadi setelah truk yang dikemudikan Asjon menabrak gandengan truk Nopol P 8403 UE, yang sedang parkir.

Sucipto tewas dengan luka robek pada kedua paha dan kelopak mata kanannya. Adapun Asjon, dahinya robek.

Kecelakaan bermula ketika truk penuh muatan yang disopiri Asjon itu melaju dari arah barat menuju ke arah timur dengan kecepataan tinggi. Diyakini, dia tidak melihat gandengan truk yang sedang diparkir di sebelah kiri badan jalan.

Karena jarak antara truk yang dikemudikan oleh Asjon sangat dekat dengan gandengan truk yang diparkir, benturan keras tak bisa dihindari. "Insiden tabrakan itu terjadi karena Asjon kurang hati-hati dalam mengemudikan kendaraan truknya," kata Kasat Lantas AKP Yusuf Suryadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau