Denpasar, Kompas
Agresivitas Ary dan Agustinus ditunjukkan dengan beberapa tusukan ke bawah ring Bimasakti yang cukup terbuka. Selain itu, Ary dan Agustinus juga sering mencuri bola dan menghentikan serangan lawan, lalu mencetak angka melalui serangan balik cepat.
Di sisi lain, pemain Muba disiplin dalam menjaga pertahanan sehingga pemain Bimasakti kesulitan mencetak angka. Sampai akhir paruh pertama, tidak ada pemain Bimasakti yang mencetak lebih dari sembilan angka. Muba unggul dengan skor 38-18 pada akhir kuarter dua.
Kedua tim memperketat pertahanan sehingga permainan jadi menjemukan pada awal kuarter ketiga. Muba hanya menambah 11 poin dan Bimasakti 7 poin.
Bimasakti coba tampil agresif untuk mengatasi ketinggalan. Namun, pertahanan ketat dan disiplin pemain Muba menyulitkan Yanuar Priasmoro dan rekan-rekan mencetak angka. Agustinus menjadi pencetak angka terbanyak dengan 19 poin. Muba akhirnya menang dengan selisih 26 angka dan naik dari urutan keenam ke urutan kelima.
”Kami puas dengan kemenangan keempat berturut-turut ini. Strategi kami memperkuat pertahanan berhasil dijalankan sehingga lawan sulit mencetak angka dan kami sering mendapat kesempatan serangan balik,” kata Apriyadi, Asisten Pelatih Muba.
Tim Garuda Speedy Bandung juga merebut kemenangan keempat setelah mengandaskan tim Stadium Jakarta dengan skor 59-33. Dengan kemenangan ini, Garuda menggeser posisi Dell Aspac Jakarta sebagai peringkat kedua klasemen sementara.
Di paruh pertama, tim Stadium menjaga pertahanannya dengan ketat sehingga membuat pemain Garuda frustrasi. Sebaliknya, bola yang lepas dari para pemain Stadium dapat dioptimalkan menjadi angka bagi tim Garuda oleh Hendru Ramli, Vinton Surawi, dan Indra Budianto. Garuda memimpin paruh pertama dengan 40-12.
Tim papan bawah Satya Wacana Angsapura Salatiga akhirnya berhasil memetik kemenangan pertama di seri IV ini setelah mengalahkan NSH GMC Riau 76-69.
Pertarungan penghuni dasar klasemen itu berlangsung ketat sejak kuarter pertama. Eko Nasution dan Jerry Lolowang membawa Satya Wacana unggul menembus pertahanan NSH yang longgar. Sebaliknya, Ryan Febriyan mampu membuat NSH memperkecil selisih nilai.