Bni

Presdir BNI Promosi Kemajuan Ekonomi RI Singapura

Kompas.com - 24/02/2012, 08:22 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com- Presiden Direktur Bank Negara Indonesia Gatot M Suwondo selama berada di Singapura memanfaatkan kesempatan mempromosikan kemajuan ekonomi Indonesia. Ekonomi Indonesia memang sedang menjadi sorotan investor karena tumbuh 6,5 persen di tengah pelambatan ekonomi global.

Wartawan Kompas Subur Tjahjono melaporkan dari Singapura, saat tampil dalam siaran langsung televisi bisnis CNBC Singapura, Jumat (24/2/2012) pagi pukul 8.00 waktu setempat, Gatot memanfaatkannya untuk menceritakan ekonomi Indonesia meski dalam waktu terbatas sekitar 10 menit.

"Saya optimistis dengan ekonomi kami. Kami juga sedang membangun infrastruktur," katanya dia.

BNI, kata Gatot, memanfaatkan peluang untuk mengembangkan industri domestik. "Kami fokus di bisnis dan konsumer. Kami membuat permintaan domestik, sehingga pertumbuhan ekonomi naik," kata Gatot yang tampil bersama Cyrus Daruwala, Managing Director IDX Financial Insights Asia Pasific, konsultan riset keuangan global.

Sehari sebelumnya, Kamis siang, Gatot juga diwawancara televisi Singapura Channel News Asia. Berikutnya, Gatot berkunjung ke kantor pusat Singapore Press Holdings yang memiliki koran Strait Times. Di sana Gatot kembali menyampaikan kemajuan ekonomi Indonesia saat diwawancara wartawan keuangan Strait Times Robin Chan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau