Ketika Lingkungan Jadi Inspirasi Busana

Kompas.com - 24/02/2012, 11:44 WIB

KOMPAS.com - Keindahan lingkungan rupanya menginspirasi desainer Ria Miranda, Faradina, Jenahara, dan Khanaan Shamlan. Mereka memamerkan sekitar 48 potong busana yang menggambarkan kecintaan pada lingkungan. Dalam show mereka yang berlangsung di ajang Indonesia Fashion Week 2012, Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Kamis (23/2/2012) lalu, terlihat juga bahwa teknik draperi, tumpuk, dan potongan asimetris, menjadi ciri yang sangat mudah dikenali.

Revolusi lingkungan

Di sesi pertama, Ria Miranda menghadirkan 12 koleksi busana yang mengambil tema tentang keindahan lingkungan. Warna-warna yang digunakan dalam koleksi busana muslimnya ini banyak menggunakan warna tanah, seperti warna coklat muda, coklat tua, ungu tua, soft peach, dan sedikit sentuhan warna hijau.

Busana muslim yang ditampilkan banyak menggunakan aksen tumpuk, draperi, yang digabungkan dengan aplikasi seperti pita besar, dan kalung untuk mempercantiknya. Sebuah atasan dengan gaya duyung yang digabungkan dengan sebuah rok panjang, kaus yang ditumpuk dengan blazer, dan padu padan celana panjang, juga dihadirkan.

Di sesi kedua, Kaisara by Faradina juga menampilkan 12 koleksi terbaru yang diinspirasi dari warna-warni bunga dan dedaunan. Meski biasanya merancang busana muslim untuk Kaisara, kali ini Faradina menampilkan desain yang sedikit berbeda. Koleksinya hadir dalam bentuk gaun-gaun panjang dengan warna yang lebih cerah seperti warna hijau daun, perak, putih, dan juga oranye. Gaun-gaun panjang ini dipadupadankan dengan warna yang unik dan dijahit asimetris. Gaun ditumpuk dengan bolero beraneka warna dan model, misalnya dengan bolero bermotif bunga-bunga yang dihiasi jahitan benang emas, atau bolero bergaya batwing (lengan kelelawar) yang menjuntai.

Salah satu keunikan rancangan Kaisara terlihat pada sebuah gabungan celana panjang dan tambahan kain di depan dan belakang celana. Kesannya seperti rok yang melambai, dipadukan dengan atasan berwarna hijau terang polos. Sang desainer nampaknya tak ragu untuk menampilkan berbagai paduan motif dan warna dalam satu busana. Bolero longgar bermotif bunga abstrak dengan kombinasi warna oranye, hijau tua, dan dominasi hitam, tampil mencolok ketika dipadukan dengan sebuah gaun panjang dengan tiga kombinasi warna, yaitu putih, hitam, dan perak. Bagian rok gaunnya dipenuhi payet perak berbentuk daun yang rumit. 

Kerusakan lingkungan

Ajakan untuk mencintai lingkungan tak hanya diwujudkan dengan memberi iming-iming tentang keindahan lingkungan, tetapi juga berbagai kerusakan lingkungan akibat bencana alam maupun ulah manusia. Campur tangan manusia ditandai dengan tandusnya lingkungan, gersangnya lahan, dan lain sebagainya. Hal inilah yang coba digambarkan perancang Jenahara Nasution dalam koleksi Earthvolution-nya. Sebagian besar koleksi busana muslim Jenahara didominasi warna-warna gelap seperti hitam dan abu-abu, serta sedikit sentuhan perak.

Jena menghadirkan ragam busana yang bertumpuk dan bergaya asimetris. Untuk memberi kesan lebih anggun, Jena menambahkan aksen draperi sehingga membuat beberapa koleksi atasannya terlihat melambai. Rok-rok panjang bergaya A-line yang dilengkapi ruffle besar terlihat sangat fleksibel dikenakan, dan memudahkan si pengguna untuk bergerak.

Koleksi ini juga banyak diwarnai dengan model bolero yang berbahan beludru hitam mengilat, dan dipadukan dengan gaun abu-abu panjang. Hampir semua busana muslim ini dipadukan dengan legging yang juga mengilat, atau rok panjang A-line. Namun, yang mencuri perhatian adalah sebuah gamis panjang berwarna hitam polos yang didesain dengan tambahan kain di satu sisinya, menyerupai sayap panjang yang menjuntai.

Kerusakan lingkungan juga digambarkan secara dramatis oleh Khanaan Shamlan. Terinspirasi dari erupsi gunung merapi, ia menghadirkan rancangan bertema The Spirit of Rage. Untuk menggambarkan kemarahan gunung merapi, warna putih, merah, abu-abu, coklat muda, dan oranye tampak mendominasi busananya. Gaun one shoulder berwarna coklat keemasan dengan tambahan aplikasi gelombang di bagian bawah gaunnya terlihat unik dan sedikit seksi.

Yang sedikit berbeda, Khanaan menuangkan inspirasi rage-nya dalam motif gelombang atau zig zag dengan dua kombinasi warna, oranye dan abu-abu. Motif ini terlihat unik dalam desain gaun mini dengan satu lengan  bergaya batwing, dan ditambah dengan rangkaian bunga di leher dan pinggang.

Motif gelombang ini juga dibuat dalam warna yang lebih berani, dengan tambahan strip merah pada gaun panjang berleher V. Uniknya, Khanaan menghadirkan kekuatan dengan menggunakan tambahan kain batik motif parang yang dimodifikasi dengan warna yang sedikit gelap.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau