Kevin Rudd Tantang Julia Gillard

Kompas.com - 24/02/2012, 12:08 WIB

SYDNEY, KOMPAS.com - Mantan menteri luar negeri Australia Kevin Rudd menantang Perdana Menteri Julia Gillard dalam perebutan kursi ketua Partai Buruh yang kini berkuasa di Australia.

"Bukan rahasia bahwa pemerintah kita harus bekerja keras jika ingin mendapatkan kembali kepercayaan rakyat Australia. Mulai Senin, sya akan mulai mengembalikan kepercayaan itu," kata Rudd, Jumat (24/2/2012), saat mengumumkan dia mencalonkan diri untuk posisi ketua partai.

Sebelumnya, pemimpin Partai Buruh yang sekaligus Perdana Menteri Australia Julia Gillard menyatakan, pemungutan suara untuk memilih ketua Partai Buruh dilaksanakan Senin (27/2/2012) pekan depan.

Rudd, yang didepak dari posisi ketua partai oleh Gillard pada 2010, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri luar negeri Australia saat berada di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (22/2/2012).

"Saya ingin menyelesaikan tugas yang dipercayakan oleh rakyat Australia ketika mereka memilih saya menjadi perdana menteri," tegas Rudd, Jumat.

Kabinet Australia bisa runtuh jika Rudd menang dalam pemungutan suara Senin. Sebab, sekalipun menjadi mayoritas parlemen Partai Buruh hanya unggul satu kursi atas oposisi. Dan keunggulan itu bergantung pada koalisi Buruh dengan dua anggota independen parlemen dan satu orang dari Partai Hijau. Pemilu awal bisa saja digelar jika Partai Buruh ataupun oposisi konservatif bisa mencapai mayoritas di parlemen.

Gillard mengatakan, dia akan memupus ambisinya untuk memimpin Partai Buruh jika anggota parlemen dari partainya memilih Rudd. Dia juga meminta Rudd melakukan hal serupa jika kalah.

Para analis memperkirakan Gillard memiliki cukup dukungan untuk tetap berkuasa saat ini. Namun dia dan pemerintahnya tidak populer di mata rakyat. Sementara itu para pendukung Rudd mengatakan jika kalah pada pemunguta suara Senin, Rudd bisa kembali membangun dukungan dan mencoba (mencalonkan diri) lagi kemudian.

Selama beberapa pekan terakhir Rudd selalu membantah dia berencana memperebutkan jabatan Gillard. Sebelum Rudd mengumumkan pengunduran diri, Gillard menolak berkomentar soal laporan media yang menyebut dia berniat memecat Rudd dari jabatan menlu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau