Prijanto Tak Mau Maju ke Pilkada DKI Jakarta

Kompas.com - 24/02/2012, 16:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Prijanto, menegaskan tidak akan maju dalam bursa pencalonan Gubernur DKI Jakarta 2012. Prijanto ingin memberi kesempatan generasi muda untuk maju sebagai calon gubernur.

"Intinya ada yang mempersunting, ada yang bayari, (saya) enggak maju. Silakan generasi-generasi muda," kata Prijanto di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat (24/2/2012).

Kedatangannya KPK terkait dengan laporan dugaan penyimpangan penggunaan anggaran oleh Gubernur DKI Fauzi Bowo. Prijanto bersama anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), AM Fatwa, datang ke KPK untuk mendampingi aktivis Solidaritas Antikorupsi dan Antimakelar Kasus (Senarmarkus), Yurisman Munstar.

"Saya datang ke sini untuk mendampingi Senatmarkus dan mendampingi Pak Wakil Gubernur. Saya sebagai politisi ingin menemukan pemimpin DKI Ali Sadikin abad 21," kata Fatwa.

Dia juga mengatakan, Prijanto tidak bersedia maju sebagai cagub. "Ini dia hanya menciptakan momentum mengeluarkan tampilannya pemimpin yang mengeluarkan masyarakat Jakarta dari suasana neraka," kata Fatwa.

Prijanto telah mengajukan pengunduran diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta sejak 25 Desember 2011. Akan tetapi, permohonan pengunduran dirinya belum disahkan oleh DPRD DKI Jakarta. Namanya kini disebut-sebut akan meramaikan bursa Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta 2012.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau