JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Prijanto, menegaskan tidak akan maju dalam bursa pencalonan Gubernur DKI Jakarta 2012. Prijanto ingin memberi kesempatan generasi muda untuk maju sebagai calon gubernur.
"Intinya ada yang mempersunting, ada yang bayari, (saya) enggak maju. Silakan generasi-generasi muda," kata Prijanto di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat (24/2/2012).
Kedatangannya KPK terkait dengan laporan dugaan penyimpangan penggunaan anggaran oleh Gubernur DKI Fauzi Bowo. Prijanto bersama anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), AM Fatwa, datang ke KPK untuk mendampingi aktivis Solidaritas Antikorupsi dan Antimakelar Kasus (Senarmarkus), Yurisman Munstar.
"Saya datang ke sini untuk mendampingi Senatmarkus dan mendampingi Pak Wakil Gubernur. Saya sebagai politisi ingin menemukan pemimpin DKI Ali Sadikin abad 21," kata Fatwa.
Dia juga mengatakan, Prijanto tidak bersedia maju sebagai cagub. "Ini dia hanya menciptakan momentum mengeluarkan tampilannya pemimpin yang mengeluarkan masyarakat Jakarta dari suasana neraka," kata Fatwa.
Prijanto telah mengajukan pengunduran diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta sejak 25 Desember 2011. Akan tetapi, permohonan pengunduran dirinya belum disahkan oleh DPRD DKI Jakarta. Namanya kini disebut-sebut akan meramaikan bursa Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta 2012.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang