Salah Pilih Sushi Bisa Bikin Gemuk

Kompas.com - 24/02/2012, 18:44 WIB

KOMPAS.com - Makanan Jepang, salah satunya sushi, kerap diklaim sebagai makanan yang sehat. Namun, sushi juga bisa memicu penambahan kalori dalam tubuh dengan cepat, terutama jika Anda salah memilih sushi yang disantap. Coba pilih-pilih lagi sushi yang akan dipesan, agar kelezatannya tidak malah membuat Anda kelebihan kalori.

1. Salmon atau tuna sushi
Carol Ann Rinzler, penulis buku Nutrition for Dummies, mengungkapkan bahwa sushi merupakan makanan yang rendah lemak, asalkan disantap dengan benar. "Untuk memaksimalkan manfaat sushi, pilih sushi yang kaya akan omega-3, lemak tak jenuh yang melindungi jantung dan meningkatkan kekuatan otak," ujarnya. Rinzler merekomendasikan untuk memilih salmon dan tuna sushi. Keduanya memiliki kalori yang rendah, yaitu 40 kalori per ons untuk salmon, dan 42 kalori per ons untuk tuna. Selain itu, salmon dan tuna kaya akan kandungan protein, omega-3, dan kandungan vitamin D.

2. Jangan lewatkan wasabi
Meski wasabi memiliki rasa yang pedas dan cenderung tak disukai, pertimbangkan untuk mencicipinya saat menyantap sushi. "Wasabi mengandung antioksidan seperti isothiocyanate seperti brokoli, yang berfungsi sebagai antikanker," tukasnya. Tak perlu menyantapnya dalam jumlah yang banyak. Menambah sejumput wasabi dalam setiap potong sushi sudah cukup untuk mendapat keuntungannya.

3. Pilih sushi panggang, atau mentah

"Pilihlah jenis sushi yang isinya dipanggang, mentah, atau pilih saja sashimi karena secara harafiah hanya berupa daging ikan mentah tanpa nasi dan tambahan lainnya," ungkap J. Margaux Rathbun, praktisi terapi gizi dan pembuat situs Authentic Self Wellness. Sekarang ini sudah banyak jenis fusion sushi yang menggabungkan bahan-bahan makanan dari Jepang dengan teknik memasak negara lain, sehingga ada sushi yang dimasak dengan cara dipanggang dalam oven. Artinya, ikan yang menjadi topping sudah masak betul.

Di Indonesia banyak gerai sushi yang menawarkan sushi yang digoreng. Namun untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan tetap langsing, sebaiknya hindari sushi yang digoreng. Kandungan minyak goreng di dalamnya memiliki ikatan lemak tak jenuh yang tak baik untuk kesehatan. Selain itu beberapa fusion sushi juga memberi tambahan mayones, yang tentunya juga menambah kalori. Jika sedang diet, pilih sushi yang otentik Jepang dengan kreasi nigiri, atau sashimi.

4. Pilih sushi sayuran
Memilih sushi berisi irisan sayur tanpa daging juga jadi pilihan yang baik. Beberapa gerai sushi kini sudah menyajikan pilihan sushi vegetarian dengan bahan seperti ketimun, alpukat, selada, dan sayuran lainnya. "Sayuran laut seperti rumput laut, atau olahannya seperti nori, juga merupakan makanan yang berkhasiat untuk menambah nutrisi dan mengandung vitamin K, magnesium, dan folat," ungkap Rathbun.

Baca juga:
Kenapa Brokoli Perlu Dibumbui Wasabi
Wasabi, Bukan Cuma untuk Bumbu Sushi

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau