Tolak Pindah, Napi Bali Nine Naik ke Tower

Kompas.com - 24/02/2012, 19:19 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Terpidana mati kasus narkoba asal Australia, Myuran Sukumaran sekitar pukul 17.00 WITA sore, Jumat (24/2/2012), terlihat di tower penjaga Lapas Kerobokan, Denpasar, Bali. Salah satu anggota Bali Nine ini sebelumnya menolak dipindahkan dari Lapas Kerobokan. Myuran terlihat bersama sejumlah napi asing di tower yang pada kerusuhan Selasa lalu sempat dibakar.

Usai kerusuhan tower ini tak dijaga petugas sehingga napi dengan mudah masuk kesana. Sejumlah jurnalis media Australia pun mencoba menyapa pria bertubuh tinggi besar ini.

Dengan senyum khasnya Myuran yang sudah lancar berbahasa Indonesia ini menyambut hangat dan bersedia menjawab beberapa pertanyaan jurnalis.

"Myuran, apa kabar?" teriak para jurnalis.

"Baik," jawabnya singkat.

"Kenapa tidak mau pindah?" tanya wartawan.

"Bagus disini," jelas Myuran menjawab alasan para napi Australia yang enggan dipindah.

Sekitar satu menit Myuran berada di tower, ia akhirnya turun kembali bersama teman-temannya. Myuran yang selama ini akrab dengan para jurnalis tak lupa melambaikan tangan sebagai ucapan perpisahan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau