Milan Cemas Tanpa Ibra

Kompas.com - 25/02/2012, 02:39 WIB

MILAN, JUMAT - AC Milan berang saat banding pengurangan hukuman Zlatan Ibrahimovic ditolak Federasi Sepak Bola Italia. Namun, tiada jalan lain, mereka harus menyusun formasi minus Ibrahimovic saat menjamu Juventus pada Liga Serie A Italia di San Siro, Sabtu (25/2) atau Minggu dini hari WIB.

”Keputusan sidang banding federasi sepak bola (Italia) tak adil karena menerapkan sanksi yang diperuntukkan bagi tindakan- tindakan yang tak kasar,” demikian pernyataan Milan. ”Itu hasil penilaian yang salah.”

Ibrahimovic diskors tiga laga karena menampar muka Salvatore Aronica saat Milan melawan Napoli, 5 Februari lalu. Striker asal Swedia yang langsung diusir akibat tindakan kasarnya itu telah menjalani skors dua laga.

Milan mengajukan banding supaya hukuman Ibrahimovic dikurangi satu laga agar bisa tampil melawan Juventus. Sikap reaktif Milan, yang terkesan aneh mengingat tamparan Ibrahimovic termasuk tindakan kasar dalam permainan sepak bola, memperkuat anggapan tergantungnya mereka kepada striker jangkung itu.

Ibrahimovic sejauh ini memang mesin gol ”Rossoneri”. Ia menyumbang 15 dari 48 gol Milan di Serie A. Ia juga inspirator kemenangan Milan 4-0 atas Arsenal pada 16 besar Liga Champions, pekan lalu.

Padahal, dari dua laga sebelum ini, absennya Ibrahimovic tidak terlalu berdampak. Milan tetap mampu memukul Udinese 2-1 dan Cesena 3-1. Bahkan, statistik musim lalu justru memperlihatkan Milan meraup lebih banyak poin per laga tanpa Ibrahimovic.

Kekhawatiran Milan

Musim ini memang berbeda. Milan memperoleh lebih banyak poin dengan tampilnya Ibrahimovic. Lebih dari sekadar perhitungan statistik, yang membuat Milan agak waswas dengan absennya Ibrahimovic adalah faktor seretnya para striker Milan lainnya menceploskan gol.

Robinho, misalnya, baru mencetak empat gol dari 19 penampilan di liga, Pato baru satu gol dari 10 laga, Stephan El Shaarawy baru dua gol dari 13 laga (tetapi ia banyak dimainkan sebagai pemain cadangan), dan Maxi Lopez satu gol dari empat laga.

”Dengan Ibra, mereka lebih bisa ditebak sekalipun dia sendiri sulit diprediksi,” kata Andrea Barzagli, bek Juventus, mencoba menilai plus-minus Milan tanpa Ibrahimovic. ”Tanpa Ibra, mereka lebih banyak bergerak dan tak banyak memberikan gambaran.”

Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri diperkirakan menurunkan duet Robinho-Alexandre Pato di ujung tombak.

Reuni Pirlo

Laga ini merupakan pertemuan ketiga Milan dan Juventus pada musim ini. Dua laga sebelumnya dimenangi Juventus, 2-0 di Olimpico (Serie A) dan 2-1 di San Siro (semifinal Piala Italia).

Milan memimpin klasemen dengan nilai 50, satu poin di atas Juventus yang menyimpan satu laga sisa. Juventus belum terkalahkan di liga. Pelatih Juventus Antonio Conte sepertinya bakal memasang pola 3-5-2, bukan 4-3-3, dengan duet striker Mirko Vucinic dan Alessandro Matri. Fabio Quagliarella juga bisa jadi opsi lain lini depan setelah mencetak gol ketika Juventus memukul Catania 3-1, pekan lalu.

Laga ini bakal jadi ”reuni” gelandang Juventus, Andrea Pirlo, dengan bekas klubnya.

”Saya memimpikan menang di Milan lewat dua gol Pirlo,” kata Giuseppe Marotta, Direktur Umum Juventus, kepada Gazzetta dello Sport, Jumat. (AP/REUTERS/AFP/FOOTBALLITALIA/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau