Korupsi hambalang

KPK Berusaha Ungkap Dugaan Korupsi

Kompas.com - 25/02/2012, 03:25 WIB

Jakarta, Kompas - Komisi Pemberantasan Korupsi tengah berusaha mengungkap apakah terjadi tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan kompleks olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, yang disebut-sebut melibatkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Kini hampir setiap hari KPK memeriksa pihak-pihak yang diduga mengetahui kasus tersebut.

”Kami tidak diam saja,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP saat ditanya mengenai lamanya proses pengungkapan dugaan korupsi proyek Hambalang, di Jakarta, Jumat (24/2).

Johan mengatakan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. KPK terus mendalami keterangan pihak-pihak yang diperiksa untuk menemukan dua alat bukti. ”Kalau sudah ditemukan dua alat bukti, ya, kami tingkatkan menjadi penyidikan,” katanya.

KPK menemukan adanya indikasi dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek ini saat penyidik menggeledah kantor Grup Permai, perusahaan milik mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, pasca-pengungkapan kasus suap wisma atlet SEA Games.

Johan mengatakan, KPK telah memeriksa pegawai di Kementerian Pemuda dan Olahraga, pejabat Badan Pertanahan Nasional Jawa Barat, dan pihak-pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan pembangunan proyek ini. ”Nazaruddin juga sudah kami periksa untuk kasus ini,” ujarnya.

Dalam berita acara pemeriksaan terhadap dirinya di kasus suap wisma atlet, Nazaruddin mengungkapkan, proyek Hambalang diatur oleh Anas. Nazaruddin mendapat tugas, salah satunya, membereskan urusan ser- tifikat tanah untuk proyek itu.

Selama ini, Anas melalui pengacaranya, Patra M Zein, membantah terlibat dalam berbagai kasus dugaan korupsi yang ditudingkan Nazaruddin. (bil)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau