Pemilik Toko Emas Belum Hitung Kerugian

Kompas.com - 25/02/2012, 12:19 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Kapolsek Metro Ciputat, Kompol Alip, menyatakan masih bisa belum menghitung kerugian yang diakibatkan dari perisiwa perampokan empat toko emas di Pasar Ciputat pada Jumat siang (23/02/2012).

Kepada wartawan, Sabtu (24/2/2012), Alip mengatakan para korban yang di antaranya para pemilik Toko Mas 24, Sinar Abadi, Subur Jaya dan Ciputat Jaya masih trauma atas kejadian itu.  "Para korban belum bisa menghitung berapa kerugiannya," katanya.

Dalam kasus itu, ia sudah memeriksa setidaknya tujuh orang saksi, termasuk para pemilik yang menjadi korban, warga sekitar dan supir angkot yang sempat diculik pelaku.

Sementara itu, Ajan (57), pemilik Toko Mas 24, saat ditemui di Mapolsek Ciputat kemarin, mengatakan bahwa kerugian yang dialaminya tidak mencapai Rp 1 miliar. "Di bawah itulah, tapi separuh barang dagangan saya diambil (perampok)," terangnya.

Hal yang sama dituturkan Santoso, pemilik Subur Jaya. Santoso menuturkan, dia belum bisa menghitung jumlah kerugian yang dideritanya akibat perampokan itu. Yang pasti, ujarnya, selain menggasak emas, pelaku juga menghancurkan etalase tokonya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau