Usir Trauma, Napi LP Kerobokan Dangdutan

Kompas.com - 25/02/2012, 14:12 WIB

DENPASAR.KOMPAS.com - Pasca kerusuhan besar Selasa (21/2/2012) lalu, aktivitas Lapas Kerobokan Denpasar, Bali, Sabtu (25/2/2012) sudah berangsur normal.

Pagi tadi ratusan narapidana mengikuti kegiatan out bound yang difasilitasi oleh Ditjenpas Kemenkumham. Tak hanya out bound, para napi juga dihibur dengan acara musik dengan pemain band yang tak lain adalah warga binaan.

Para napi tampak bersemangat dan larut dalam kegembiraan, apalagi ketika yang dimainkan adalah irama dangdut. Mereka langsung berjoget dan berteriak kegirangan ketika lagu "Cinta Satu Malam " dinyanyikan. Meskipun demikian, sejumlah napi asing, termasuk napi Bali Nine, tampak malu-malu juga menikmati irama yang rancak itu.

PLH Direktur Ketertiban dan Keamanan Ditjenpas, Bambang Krisbanu mengatakan kegiatan ini sangat penting untuk psikologi para narapidana. "Untuk recovery psikis terhadap trauma yang muncul, karena dengan kejadian kemaren akan menimbulkan dampak psikologis," ujar Bambang.

Dalam kesempatan ini, untuk pertama kalinya pasca kerusuhan wartawan diperkenankan masuk ke dalam lapas untuk meliput.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau