Desakan Perlindungan Konsumen Internet

Kompas.com - 26/02/2012, 09:11 WIB

KOMPAS.com - Gedung Putih mendesak perusahaan internet untuk meningkatkan perlindungan pribadi bagi konsumen.

Desakan itu disampaikan menyusul kekhawatiran bahwa pencarian informasi di internet telah dilacak dan diberikan kepada pengiklan.
Berita terkait

Jaksa wilayah di 36 negara bagian baru-baru ini mengirimkan sebuah surat yang berisi tentang kekhawatiran mengenai rencana Google untuk memberikan informasi pribadi di sejumlah layanan produknya.

Sebagai bagian dari pengumuman itu, perusahaan itu menyatakan mereka akan mendukung sebuah pilihan "dilarang melacak" ketika mengakses internet.

AS telah menganjurkan pilihan "Dilarang melacak" sejak tahun 2010, sebuah pilihan untuk mencegah informasi untuk digunakan pihak ketiga.
RUU tentang hak

Dalam pernyataannya, Presiden Obama mengarisbawahi sebuah "RUU hak pribadi konsumen".

Gedung Putih mengatakan pengguna internet seharusnya memiliki hak untuk membatasi jalinan informasi yang dikumpulkan, dan harus iijinkan untuk mendapatkan informasi yang benar dan harus memiliki hak dalam masalah kebijakan mengenai informasi pribadi.

Perusahaan seperti Google dan Facebook telah mengisyaratkan untuk meningkatkan dasar pedoman "RUU hak" yang disusun oleh Komisi Perdagangan Federal AS FTC.

"Konsumen Amerika tidak dapat menunggu lebih lama lagi untuk aturan yang jelas untuk memastikan informasi pribadi mereka aman di internet," kata Obama.

"Seiring dengan perkembangan internet, kepercayaan konsumen adalah penting untuk kelanjutan pertumbuhan ekonomi digital".
Keluhan keamanan pribadi

Pendukung hak pribadi akan terlibat untuk menyusun pedoman baru, tetapi muncul kekhawatiran mengenai kemampuan perusahaan untuk menjalankan aturan.

"Pertanyaan yang nyata adalah seberapa besar perusahaan berpengaruh seperti Google, Microsoft, Yahoo dan Facebook melakukan upaya pendekatan untuk menjalankan aturan dan memberikan mereka sesuatu dasar yang tidak berarti," kata John Simpson, yang bekerja untuk menangani masalah perlindungan pribadi bagi konsumen kepada New York Times.

Marc Rotenburg, direktur eksekutif Electronic Privacy Information Center, menyebut pengumuman itu "ucapan yang jelas tentang hak pribadi oleh seorang presiden AS."

Bagaimanapun, dia mengatakan kepada kantor berita Reuters ada kekhawatiran yang nyata dalam pelaksanaan aturan itu.

FTC sebelumnya telah mengambil langkah awal melawan Facebook dan Google mengenai perlindungan informasi pribadi, pada 2011 lalu.

Pedoman lain yang tengah dibuat oleh pejabat AS yang berkaitan dengan perusahaan internet dapat dilaksanakan oleh FTC dengan kesepakatan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau