Program gratis sehari

Transjakarta Gratis? Sering-sering Saja!

Kompas.com - 26/02/2012, 13:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Program gratis sehari naik Transjakarta rupanya menuai antusiasme para calon penumpang, Minggu (26/2/2012). Sebagian calon penumpang sengaja memanfaatkan moment "gratisan" ini untuk berkeliling Jakarta. Mira (17), misalnya, sengaja memanfaatkan gratisan Transjakarta ini untuk mengunjungi Monumen Nasional (Monas), kemudian ke Ragunan.

Dari halte Monas, Mira beserta empat rekannya transit di Halte Dukuh Atas untuk menyambung rute menuju halte Ragunan.

"Iya, ini mumpung gratisan, langsung saja ke Ragunan dari Monas," ucapnya saat ditemui di Halte Busway Dukuh Atas, Jakarta, Minggu (26/2/2012).

Ia mengaku tahu soal program tiket gratis Transjakarta ini dari pemberitaan media. Senada dengan Mira, Ratna (24) juga merasa diuntungkan dengan program tiket gratis Transjakarta ini. Dia yang sejak awal berencana merayakan ulang tahun putrinya di Ragunan tak perlu merogoh kocek lebih dsalam untuk transportasi.

"Kalau dibilang program bagus, ya bagus sih. Kalau sering-sering, lebih bagus lagi. Menguntungkan," kata Ratna, penumpang lain yang juga dijumpai di Halte Dukuh Atas.

Hanya saja, Ratna mengeluhkan kondisi Halte Dukuh Atas yang dipenuhi penumpang. Dia menilai, program tiket gratis Transjakarta ini semestinya diikuti dengan penambahan armada bus.

"Busway ke Ragunan dibanyakin. Jangan kendaraannya sedikit, orangnya enggak ketampung," ujarnya.

Saat ditanya dari mana dia tahu soal program tiket gratis ini, Ratna mengaku membaca informasi tersebut dari berita yang diaksesnya melalui ponsel. Harapan senada juga diungkapkan Endah (18). Dia berharap Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta lebih sering menggelar program tiket gratis ini.

"Lumayan, ongkos kan enggak keluar," kata Endah yang menuju Ragunan dari Grogol ini.

BLU Transjakarta memberlakukan program tiket gratis khusus untuk hari ini. Calon penumpang saat memasuki halte Transjakarta akan diberi secarik kertas berupa tiket dengan cap "gratis" yang hanya berlaku satu kali pakai. Program naik Transjakarta gratis ini dilakukan untuk menarik masyarakat menggunakan moda transportasi umum seperti Transjakarta.

Rencananya, program ini akan dijadikan program tahunan. Kepala Unit Pelayanan Transjakarta, M Akbar dalam pemberitaan sebelumnya mengatakan, pihaknya menyiapkan armada dalam jumlah normal, seperti halnya saat hari kerja, yakni sebanyak 485 bus.

Untuk mengawal ketertiban penumpang dikerahkan 4.300 petugas yang tersebar di 11 koridor Transjakarta. Berdasarkan pengamatan Kompas.com, kepadatan penumpang Transjakarta hari ini tidak merata. Misalnya, kepadatan penumpang di koridor VI. Penumpang dari Halte Dukuh Atas menuju Ragunan tampak memadati bus sementara dari arah sebaliknya, tampak sepi penumpang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau