Chandra Manusia Terpendak di Dunia

Kompas.com - 26/02/2012, 22:22 WIB

KOMPAS.com - Chandra Bahadur Dangi, warga Nepal, dinyatakan sebagai manusia terpendak di dunia oleh Guinness World Records. Pria berusia 72 tahun yang memiliki tinggi badan 54.6 centimeter (21.5 inchi) dan berat badan 12 kilogram, resmi menerima sertifikat rekor tersebut, Minggu (26/2/2012) di Kathmandu.

Chandra yang tinggal di lembah terpencil di barat daya Nepal ini dinyatakan memecahkan rekor manusia terpendak yang sebelumnya dipegang Junrey Balawing asal Filipina dengan tinggi badan 57.15 centimeter.

"Rasanya sangat baik, saya sangat senang, saya akan bekerja untuk mempromosikan negara saya di seluruh dunia," kata Chandra Bahadur Dangi kepada wartawan.

"Sampai sekarang, perawakan Chandra menjadi beban, ia sangat menyadari kesulitan ketika menyesuaikan ukuran pakaian, dan kecewa karena tidak berkesempatan mencari istri," kata Craig Glenday Editor in Chief Guinness World Records.

Dia berharap, gelar yang diraih Dangi akan merubah nasibnya. Penyebab pertumbuhan Dangi yang terhambat masih merupakan misteri, karena dia sendiri belum pernah ke dokter. Guinness World Records mencatat, banyak pemegang rekor manusia terpendek di dunia adalah penderita primordial dwarfism.

Chandra selama ini menafkahi hidup dari hasil membuat tentun ikat dan hanya beberapa kali meninggalkan desanya yang miskin di Kabupaten Dang, 350 kilometer dari Kathmandu.

Dia mengunjungi Kathmandu pertama kalinya untuk diukur oleh petugas Guinness World Records. Dia sendiri mengatakan sudah terlalu tua untuk menikah tapi masih ingin bepergian.

"Saya ingin mengunjungi negara-negara asing dan bertemu orang dari seluruh dunia," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau