Pembunuhan

Dua Lagi Ditangkap, Pembantu Purnabawa Terlibat

Kompas.com - 27/02/2012, 16:05 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com- Istri pelaku utama pembunuhan keluarga Made Purnabawa, ASD, teryata ikut terlibat pembunuhan tersebut. ASD berperan memberi kode kepada suaminya, HR, dan empat rekannya untuk membunuh Purnabawa beserta istri dan anaknya.

"ASD yang berada di dalam rumah memberi tanda apabila pembunuhan sudah bisa dilakukan," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Denpasar Komisaris Besar I Wayan Sunartha, Senin (27/2/2012) di Denpasar.

Seperti diberitakan, ASD dan HR tinggal dan bekerja di rumah Made Purnabawa di Kampial Resident, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, sebagai pembantu dan sopir. Mereka membunuh majikannya beserta istri dan anaknya, Ni Luh Ayu Sri Mahayoni (27) dan Ni Wayan Risna Ayu Dewi (9), Selasa (14/2/2012) dini hari.

HR mengajak empat temannya, SG, AK, HD, dan HM. Mereka lalu membuang mayat korban di sebuah kebun di Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali.

Pada Minggu (26/2) dan Senin ini, polisi sudah menangkap dua pelaku lagi, yaitu SG dan HM. SG menyerahkan diri kepada Kepala Desa Bayeman, Kecamatan Bongas, Probolinggo, Jawa Timur, sementara HM ditangkap di Stasiun Mojokerto, Jatim, Senin pagi tadi.

Pekan lalu, polisi sudah menangkap HR, ASD, dan AK. Saat ini, polisi tinggal memburu satu pelaku lagi, yaitu HD. Polisi memperkirakan HD juga masih berada di wilayah Jatim.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau