Kasus Dhana Mengejutkan Rekan Kerjanya

Kompas.com - 27/02/2012, 16:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus rekening gendut yang disangkakan pada Dhana Widyatmika membuat teman-temannya di Kantor Unit Pelayan Pajak Daerah (UPPD) Setiabudi merasa terkejut. Mengingat selama ini, Dhana tidak pernah bertindak macam-macam selama bertugas.

Kepala Bagian Tata Usaha UPPD Setiabudi, Tuti Choiriyah, mengatakan bahwa pihaknya tidak menyangka kasus ini menimpa anak buahnya yang baru sebulan bertugas. Ia mengaku tidak tahu banyak tentang latar belakang Dhana karena yang bersangkutan belum lama ditugaskan di tempatnya.

"Kaget sekali saat dengar kabarnya. Apalagi pertama kali tahu justru dari media. Kami nggak nyangka aja," kata Tuti, ketika dijumpai di Kantor UPPD Setiabudi, Jakarta, Senin (27/2/2012).

Sejauh ini, Tuti tidak pernah berbicara banyak dengan yang bersangkutan selain masalah kantor dan kedinasan. Karena itu, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Dhana memiliki rekening bernilai miliaran rupiah dan diduga melakukan tindak korupsi pada pekerjaan sebelumnya.

"Orangnya itu santun dan baik. Eh ternyata nggak nyangka terlibat seperti ini," tutur Tuti.

Hingga saat ini, keberadaan Dhana Widyatmika yang merupakan pegawai Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta dan menjadi tersangka Kejaksaan Agung RI belum diketahui. Berdasarkan temuan PPATK, Dhana ditengarai memiliki rekening bernilai Rp 60 miliar.

Tidak hanya itu, ia ditemukan pernah melakukan transaksi pengiriman uang senilai 250.000 dollar AS atau senilai Rp 2,25 miliar. Kemudian, ia juga diduga memiliki simpanan emas sebesar satu kilogram. Adapun uang tunai sekitar Rp 28 miliar dan 270.000 dollar AS atau Rp 2,4 miliar disita oleh Kejaksaan Agung RI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau