Kenaikan Harga BBM dan Tarif Listrik Jangan Serempak

Kompas.com - 27/02/2012, 18:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah diminta tidak menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi berbarengan dengan kenaikan tarif tenaga listrik sebesar 10 persen karena hal itu dinilai akan memicu lonjakan tingkat inflasi dan memberatkan masyarakat.  

Demikian benang merah diskusi publik bertema ”Mendengar Aspirasi Rakyat Terhadap Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi dan Kenaikan Tarif Tenaga Listrik”, Senin (27/2/2012), di Jakarta.  

Ketua DPP Bidang Energi dan Sumber Daya Alam Partai Golkar Aziz Syamsuddin menyatakan, pihaknya menolak rencana kenaikan tarif tenaga listrik bersamaan dengan kenaikan BBM bersubsidi pada 1 April mendatang sebesar 10 persen bagi pelanggan di atas 900 Volt Ampere (VA)  karena hal itu akan membebani masyarakat.  

Direktur Lembaga Kajian Ekonomi Pertambangan dan Energi (ReforMiner Institute) Pri Agung Rakhmanto menyatakan, menaikkan harga BBM dan tarif tenaga listrik pada satu tahun bersamaan akan sangat memberatkan masyarakat.

”Sangat tidak bijaksana jika dilakukan bersamaan, harus dipilih salah satunya berdasarkan skala prioritas dan derajat urgensinya,” ujarnya.  

Dilihat dari urgensinya, Pri Agung menilai, kenaikan harga BBM lebih menjadi prioritas dibandingkan kenaikan tarif listrik.

Harga BBM nonsubsidi yang sudah mencapai dua kali dari harga BBM bersubsidi menimbulkan peningkatan konsumsi dan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Selain itu, rendahnya harga BBM  bersubsidi juga mengakibatkan energi alternatif tidak bisa berkembang.  

Apalagi, sejauh ini tarif tenaga listrik lebih tepat sasaran dibandingkan dengan harga BBM  karena rekening pemakaian listrik bersifat individual dan tarif listrik untuk pelanggan 450-900 VA relatif lebih rendah dibandingkan golongan pelanggan 900 VA ke atas.

”Jadi tarif listrik saat ini lebih tepat sasaran dibandingkan BBM,” ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau