Tafsir Lukisan pada Busana

Kompas.com - 27/02/2012, 19:00 WIB

KOMPAS.com - The Fashion Painter Parade menjadi salah satu tema yang diambil oleh empat desainer: Rudy Chandra, Jeanny Ang, Sofie, dan Barli Asmara, untuk menampilkan koleksi terbaru mereka di panggung Indonesia Fashion Week 2012, Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Jumat (24/2/2012) lalu. Inspirasi ini diambil dari keindahan warna-warna kosmetik PAC keluaran Martha Tilaar Group.

Untuk menggambarkan keindahan warna, Rudy Chandra menuangkan inspirasinya dalam busana tradisional Korea atau Hanbok. Uniknya, Rudy menghadirkan warna neon yang menyala, seperti hijau muda, kuning, pink, sampai peach yang unik. Busana ala Korea ini dimodifikasi dengan berbagai sentuhan khas Asia seperti pita besar pada bolero yang transparan, blazer yang simpel dengan warna menyala, serta beberapa koleksi gaun panjang dengan tambahan aplikasi bunga dan draperi di pinggir rok mini. Beberapa busana two pieces ditampilkan dengan sentuhan asimetris dan coat panjang dengan kombinasi warna yang berani dan cerah, seperti pink dan hijau.

Sedangkan pada sesi kedua, Jeanny Ang menjawab tantangan fashion painter dengan menunjukkan koleksi busana yang bertemakan mimpi. Koleksi busananya terkesan sedikit meriah dengan banyaknya aplikasi ruffles di seluruh bagian busana, sehingga tampak seperti busana dari negeri dongeng.

Berbagai pilihan gaun cokctail dan gaun mini penuh rimpel tampil dalam warna biru tua, putih, abu-abu, dan biru muda. Uniknya, ia juga mengombinasikan beberapa outfit dengan aplikasi bunga dari brokat yang besar. Busananya banyak menggunakan model one shoulder, kemben, atau cocktail, dengan penggunaan detail payet sebagai aksesori.

Ledakan fashion
Hadriani Ahmad Sofiyulloh memilih ledakan sebagai jawaban untuk melukiskan keindahan busana ciptaannya. Sesuai dengan ciri khasnya yang banyak bermain dengan payet, bordir, permainan warna, serta nuansa etnik, perancang
yang lebih dikenal dengan nama Sofie ini membawa keetnikan Indonesia dalam tema Explotion yang dihadirkannya.

Pilihan warnanya didominasi dengan paduan warna oranye dan hitam dengan motif-motif etnik Indonesia, seperti jumputan, berlian batik, sampai batik lawasan. Beberapa koleksi gaun mini asimetris dengan aplikasi tangan dan rok balon tampak hadir di beberapa koleksinya. Busana jumpsuit mini dari batik lawasan dengan tambahan list pita di bagian kaki semakin membuatnya cantik. Ada pula jumpsuit asimetris sebatas lutut dengan tambahan kantung besar di sisinya, memberi kesan unik dan muda.

Barli by Barli Asmara yang merupakan second line dari desainer Barli Asmara juga hadir mengusung tema simpel namun tetap chic. Barli banyak bermain dengan kain polos dalam warna-warna merah, oranye, putih, dan hitam. Yang paling mencolok adalah penggunaan warna hitam yang mendominasi seluruh koleksinya.

Jika biasanya rancangannya dipadukan dengan aplikasi kristal dan payet, kali ini Barli menampilkan koleksi yang lebih simpel. Ia hanya mengandalkan permainan warna pada salah satu sisi busananya. Sleeveless top dengan turtle neck, dengan tambahan juntaian kain, banyak dipilih Barli untuk dipadukan dengan rok rajut tak berjahit yang dililit secara asimetris.

Turtle neck juga menjadi pilihan pada gaun tanpa lengan dengan rok berpotongan A-line membuat gaun ini tak terkesan monoton. Beberapa aksen ruffles yang terbuat dari aplikasi anyaman garis juga terasa pada rok yang dipadupadankan dengan beberapa atasan sederhana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau