Atasan Dhana Diperiksa Kalau Terlibat

Kompas.com - 27/02/2012, 19:20 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - Jaksa Agung Basrief Arief mengatakan Kejaksaan Agung tengah mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Dhana Widyatmika. Pengusutan kasus ini mulai dari transaksi-transaksi yang sudah dilakukan Dhana hingga menyidik keterlibatan pimpinannya dalam kasus ini juga akan diusut.

"Akan ditindaklanjuti transaksi-transaksi yang sudah dilakukan. Ini sedang dalam proses," ungkapnya, saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (27/2/2012).

Selain itu, penyidik Kejagung juga masih terus mendalami berapa total transaksi dan dana yang digelapkan dari Pajak. Namun saat ditanya berapa total transaksi dan dana yang digelapkan Dhana ia enggan menjawab. "Belum-belum. Kan belum tahu totalnya, masih penyelidikan oleh tim," jelasnya.

Lebih lanjut terkait jumlah 18 rekening Dhana, Jaksa Agung mengatakan masih meneliti. "Secara pasti saya belum bisa menentukan. Ini masih penelitian. Mungkin bisa lebih," ujarnya. Begitu pula dengan berapa perusahaan yang memberikan kepada Dhana, masih terus dikejar tim penyelidik Kejagung. "Belum, belum nanti," katanya singkat.

Jaksa Agung juga menyebutkan pihaknya tengah menelusuri dan memeriksa semua transaksi yang ada, kapan itu dilakukan dan bersama siapa. "Dari transaksinya kapan, di mana, bersama siapa. Kan harus dilakukan pemeriksaan, penyelidikan," terangnya. Termasuk atasannya? "Kalau memang ada keterlibatan, kenapa tidak," tegasnya.

Ia juga menegaskan Kejagung akan melakukan upaya penahanan terhadap DW masih menunggu selesainya proses pemeriksaan dan pembuktiannya. "Nanti setelah selesai semua bahwa sudah jelas alat bukti dan dianggap tepat waktu untuk dilakukan penangkapan dan penahanan, tentu akan dilakukan," katanya.(Srihandriatmo Malau)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau