G-20

Zona Euro Terus Didesak agar Serius

Kompas.com - 28/02/2012, 02:34 WIB

MEXICO CITY, Minggu - Zona euro harus membentuk ”pembatas” yang lebih tebal lagi untuk melawan krisis. Itu merupakan persyaratan sebelum negara lain membantu zona euro dengan kucuran dana tunai melalui Dana Moneter Internasional (IMF).

Desakan tersebut terus mengemuka dalam pertemuan Kelompok 20 (G-20), Minggu (26/2). Kejengkelan terhadap Uni Eropa memuncak karena dianggap lamban mengatasi krisis.

Pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 20 negara maju dan berkembang tersebut menekankan, ”negara-negara di zona euro agar meningkatkan kekuatan fasilitas pendukung mereka pada Maret. Perkembangan ini akan menjadi pertimbangan kami dalam memobilisasi dana kepada IMF”.

Seruan kepada zona euro untuk menambah dana cadangan mendominasi pembicaraan pada pertemuan G-20 di Mexico City.

Menteri Keuangan Amerika Serikat Timothy Geithner mengatakan, upaya untuk mencegah krisis meluas sangat penting. ”Ini akan menjadi proses sulit yang akan terjadi selama bertahun-tahun di Eropa,” ujarnya setelah pertemuan itu.

Digabung

Para pemimpin Uni Eropa akan bertemu selama dua hari di Brussels, Belgia, mulai Kamis pekan ini. Mereka akan berdebat mengenai pengombinasian ”dinding pemisah” yang mereka miliki saat ini, yaitu Fasilitas Stabilitas Finansial Eropa (EFSF), dengan cadangan dana permanen yang akan efektif pada Juli mendatang, Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM).

Jika kedua badan pengelola cadangan dana itu digabungkan, 17 negara zona euro akan mendapatkan total dana 750 miliar euro. Ketua Komisaris Uni Eropa untuk Urusan Ekonomi Olli Rehn menyatakan yakin para pemimpin akan memutuskan untuk meningkatkan dana cadangan pada Maret mendatang.

Demi menambah jumlah dana talangan, negara-negara Eropa telah meminta kepada negara lain di luar Eropa untuk menambah dana di IMF. Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde menyatakan, organisasi multilateral itu memerlukan dana tambahan 500 miliar dollar AS. Walau demikian, dia mengatakan tidak terlalu terobsesi dengan jumlah itu.

”Kita harus fleksibel. Perkembangan strategi akan dikaji dalam pertemuan tingkat menteri April mendatang,” ujarnya. (AFP/joe)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau