MEXICO CITY, Minggu
Desakan tersebut terus mengemuka dalam pertemuan Kelompok 20 (G-20), Minggu (26/2). Kejengkelan terhadap Uni Eropa memuncak karena dianggap lamban mengatasi krisis.
Pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 20 negara maju dan berkembang tersebut menekankan, ”negara-negara di zona euro agar meningkatkan kekuatan fasilitas pendukung mereka pada Maret. Perkembangan ini akan menjadi pertimbangan kami dalam memobilisasi dana kepada IMF”.
Seruan kepada zona euro untuk menambah dana cadangan mendominasi pembicaraan pada pertemuan G-20 di Mexico City.
Menteri Keuangan Amerika Serikat Timothy Geithner mengatakan, upaya untuk mencegah krisis meluas sangat penting. ”Ini akan menjadi proses sulit yang akan terjadi selama bertahun-tahun di Eropa,” ujarnya setelah pertemuan itu.
Para pemimpin Uni Eropa akan bertemu selama dua hari di Brussels, Belgia, mulai Kamis pekan ini. Mereka akan berdebat mengenai pengombinasian ”dinding pemisah” yang mereka miliki saat ini, yaitu Fasilitas Stabilitas Finansial Eropa (EFSF), dengan cadangan dana permanen yang akan efektif pada Juli mendatang, Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM).
Jika kedua badan pengelola cadangan dana itu digabungkan, 17 negara zona euro akan mendapatkan total dana 750 miliar euro. Ketua Komisaris Uni Eropa untuk Urusan Ekonomi Olli Rehn menyatakan yakin para pemimpin akan memutuskan untuk meningkatkan dana cadangan pada Maret mendatang.
Demi menambah jumlah dana talangan, negara-negara Eropa telah meminta kepada negara lain di luar Eropa untuk menambah dana di IMF. Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde menyatakan, organisasi multilateral itu memerlukan dana tambahan 500 miliar dollar AS. Walau demikian, dia mengatakan tidak terlalu terobsesi dengan jumlah itu.
”Kita harus fleksibel. Perkembangan strategi akan dikaji dalam pertemuan tingkat menteri April mendatang,” ujarnya.