Liga inggris

Gara-gara Twitter, Macheda Terancam Denda Rp 101 Juta

Kompas.com - 28/02/2012, 09:19 WIB

LONDON, KOMPAS.com -  Hati-hati menuliskan pesan melalui media sosial, semacam Twitter, terlebih jika Anda figur publik. Striker Manchester United yang kini dipinjamkan ke Queens Park Rangers (QPR), Federico Macheda, didakwa melakukan tindakan tidak pantas lewat komentarnya di Twitter seputar dugaan pernyataan anti-homo (homophobia).

Dakwaan itu diumumkan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Senin (27/2/2012) atau Selasa dini hari WIB tadi. Dakwaan serupa juga dijatuhkan pada striker Newcastle United Nile Ranger dan pemain klub League 1 Walsall, Manny Smith. Ketiga pemain itu memiliki waktu untuk menyampaikan pembelaan masing-masing hingga Rabu (29/2/2012) besok pukul 16.00 waktu setempat.

"Nile Ranger (Newcastle United), Manny Smith (Walsall), dan Federico Macheda (Manchester United) yang kini dipinjamkan ke Queens Park Rangers, didakwa melakukan tindakan tidak pantas terkait komentar-komentar mereka di Twitter," demikian pernyataan FA.

"Dakwaannya, yakni para pemain itu melakukan hal yang tidak pantas dan/atau membuat reputasi olahraga tercemar. Diduga, pelanggaran itu termasuk (komentar) yang merujuk pada orientasi seksual seseorang atau beberapa orang."

Pekan lalu, gelandang West Ham United Ravel Morrison juga didakwa menuliskan pernyataan seputar homofobia melalui Twitter. Komentar itu dituangkan Morrison untuk menanggapi "kicauan" pengguna Twitter lainnya. Akibatnya, ia dihukum FA dengan denda sebesar 7.000 poundsterling atau sekitar Rp 101 juta. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau