JAKARTA, KOMPAS.com — Di pasar beras dunia, Thailand akan segera kehilangan gelarnya sebagai negara pengekspor beras terbesar di dunia. Hal ini terjadi akibat Pemerintah Thailand lebih memilih menaikkan harga beras di tengah sengitnya persaingan pasar global.
Sampai saat ini, Vietnam, India, dan Myanmar menjadi negara-negara pesaing utama Thailand untuk komoditas beras. Vietnam merupakan negara yang paling berpeluang karena punya niat yang sangat kuat untuk menjadi pengekspor terbesar.
"Vietnam kemungkinan dapat mengambil alih posisi tersebut dalam kurun lima tahun," kata Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komodoti Syahrul R Sempurnajaya, Selasa (28/2/2012)
Berdasarkan prakiraan yang dilakukan oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), Thailand dan Vietnam diharapkan mampu mengekspor 6,5 ton beras di tahun 2012.
Menurut laporan Bappebti harga beras jenis rough rice pada perdagangan pekan lalu melemah karena aksi spekulasi jual oleh pelaku pasar. Harga beras jenis rough rice turun 0,1 persen. USDA melaporkan dalam pekan yang berakhir 16 Februari, eksportir AS telah menjual 28.000 ton beras, turun 72 persen dari minggu sebelumnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang