Gillard Pertimbangkan Perombakan Kabinet

Kompas.com - 28/02/2012, 13:45 WIB

SYDNEY, KOMPAS.com - Perdana Menteri Australia Julia Gillard tidak membantah spekulasi bahwa dia akan merombak kabinet menyusul pemilihan ketua Partai Buruh yang berlangsung Senin kemarin.

Gillard memenangi pemungutan suara internal partai dengan merebut 71 suara dan mengalahkan pendahulunya, Kevin Rudd, yang hanya mendapat 31 suara.

Gillard harus mengisi pos menteri luar negeri setelah Rudd mengundurkan diri pekan lalu. Posisi lain yang kosong di kabinetnya adalah wakil menteri keuangan yang ditinggalkan oleh Mark Arbib yang juga mundur.

Baik Gillard maupun Rudd menyerukan persatuan Partai Buruh pascaperselisihan paling keras dalam sejarah partai itu. Namun Gillard membenarkan bakal ada perombakan dalam tubuh kabinet.

"Saya jelaskan kemarin bahwa saya akan mengumumkan perombakan kabinet pada saat yang tepat dan saya tidak akan berspekulasi tentang itu sebelum mengumumkannya," kata Gillard kepada radio ABC, Selasa (28/2/2012).

"Saya akan mempertimbangkan tim saya dan akan menilainya berdasarkan kepantasan dan kemampuan untuk memangku jabatan-jabatan politik," tegas Gillard.

Lima menteri yang mendukung Rudd dalam pertikaian kepemimpinan itu termasuk Menteri Sumber Daya Alam Martin Ferguson, Menteri Imigrasi Chris Bowen dan Menteri Transportasi Anthony Albanese. Menteri Perumahan Robert McClelland and Menteri Perindustrian  Kim Carr juga menentang Gillard.

Rudd mendesak agar Gillard tidak melakukan pembalasan demi membangun kembali kepercayaan dan persatuan partai yang tercabik dan tertinggal jauh dari Partai Konservatif dalam jajak pendapat menjelang pemilu tahun 2013.

Tetapi salah seorang menteri yang pendukung penting Gillard, Simon Crean, memperkirakan bakal ada perubahan besar. Seperti diketahui Crean melontarkan kritik-kritik tajam terhadap Rudd hingga memicu mantan perdana menteri Australia itu mundur dari jabatannya menteri luar negeri pekan lalu.

"Dia (Gillard) telah menunjukkan satu ketegasan baru, perombakan kabinet adalah bagian dari itu," kata Crean, mantan pemimpin partai Buruh yang diperkirakan sebagai dari salah satu calon kuat menggantikan Rudd sebagai menlu.

Gillard menyebut pemilihan kepemimpinan itu adalah satu usaha untuk mengakhiri satu pertikaian pahit dengan Rudd yang dia kalahkan dalam pemilihan pemipin partai itu tahun 2010 dalam satu kudeta partai yang mengejutkan.

Meskipun lebih populer di mata publik, Rudd menegaskan dia tidak akan lagi menantang Gillard. Sementara PM Gillard menyatakan sudah saatnya untuk maju.

"Kemarin, Anda semua melihat saya dan Kevin Rudd keluar bersama dari ruang Partai Buruh dan itu menunjukkan bahwa kami akan bekerja sebagai tim Partai Buruh untuk mewujudkan agenda dan visi kami demi masa depan bangsa," kata Gillard.

"Juga sudah sangat jelas tentang pilihan antara pemerintah (Partai) Buruh dan lawan kami yang konservatif," tegas perdana menteri perempuan pertama Australia itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau