LP Kerobokan Kaji Ulang Pemindahan Napi

Kompas.com - 28/02/2012, 14:28 WIB

DENPASAR.KOMPAS.com - Rencana pemindahan narapidana secara besar-besaran di Lapas Kelas II A Kerobokan, Denpasar pascakerusuhan pekan lalu akan dikaji ulang. Pemindahan yang dilakukan untuk mengurangi kelebihan jumlah penghuni di Lapas Kerobokan ini untuk sementara dihentikan.

"Pemindahan, sementara masih kita kaji ulang. Saya menunggu perintah atasan. Atasan yg lebih tahu," ujar Kalapas Kerobokan I Gusti Ngurah Wiratna, Selasa (28/2/2012).

Pengkajian ulang rencana pemindahan ini tak lepas dari situasi lapas yang sudah kembali kondusif, para pimpinan di Kementerian Hukum dan HAM masih mempertimbangkan perlu tidaknya pemindahan narapidana. Saat ini penghuni Lapas Kerobokan tercatat 912 narapidana. Jumlah ini jauh melebihi kapasitas Lapas Kerobokan yang hanya untuk 323 narapidana.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin berencana memindahkan narapidana secara massal dengan alasan melebihi kapasitas, selain fasilitas lapas tersebut kini tak layak huni akibat kerusakan parah pasca kerusuhan. "Sesuai kebijakan pimpinan, untuk mengurangi kapasitas yang over. Nanti kita koordinasi dengan lapas-lapas seluruh Bali dan lapas-lapas terdekat, seperti di jatim," jelas Wiratna.

Belum diketahui sampai kapan proses pengkajian pemindahan napi ini rampung. Jika masalah lapas melebihi kapasitas ini tidak segera diselesaikan, dapat menimbulkan kerawanan seperti peristiwa kerusuhan pekan lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau