BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Menyusul pembakaran fasilitas PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI), sebanyak 2.000 karyawan perusahaan sawit asal Malaysia ini belum bekerja alias menganggur.
"Kalau sudah begini, siapa yang mau memberi makan mereka? Warga yang telah membakar itu?" tanya Ali Fathan, perwakilan Manajemen PT BSMI, Selasa (28/2/2012).
Menurut dia, pembakaran ini sudah kedua kali yang dilakukan. Sebelumnya, peristiwa serupa terjadi 10 November 2011 silam. Saat itu warga juga merusak dan membakar kompleks pabrik dan kantor PT BSMI.
Ali menyebutkan, dari sekitar 3.000 karyawan PT BSMI yang bekerja, 2.000 di antaranya belum bekerja kembali. "Bagaimana mau bekerja, kalau pabrik kami dibakar," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang