DENPASAR, KOMPAS.com--Semua pintu masuk menuju Pulau Bali pada perayaan Nyepi 23 Maret 2012 ditutup selama 24 jam.
"Penerbangan domestik dan internasional dengan tujuan akhir dan keberangkatan pertama dari Bandar Udara Ngurah Rai ditiadakan saat Nyepi. Pelabuhan laut ditutup dan terminal seluruh Bali juga ditutup," kata Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali I Ketut Teneng, di Denpasar, Selasa.
Ia menyampaikan, serangkaian menyambut Nyepi tahun Caka 1934, Gubernur Bali juga mengeluarkan surat edaran. Dalam edaran itu disebutkan pelaksanaan Nyepi akan dimulai dari 23 Maret 2012 pukul 06.00 Wita sampai 24 Maret 2012 pukul 06.00 Wita.
"Untuk awak pesawat dan penumpang diharuskan tetap berada di wilayah bandara selama Hari Raya Nyepi. Perkecualian bagi penerbangan lintas, petugas teknis pendaratan, dan pendaratan dalam kondisi darurat termasuk petugas evakuasi medis itu diizinkan," ucapnya.
Teneng menambahkan, kepada para operator biro perjalanan agar dalam memasarkan paket wisata dapat menjelaskan kepada para wisatawan tentang arti dan makna Nyepi sehingga tidak timbul salah penafsiran mengenai hakikat Nyepi itu sendiri.
"Dispensasi secara tradisional yang dikelarkan oleh desa pakraman (desa adat), dan banjar untuk mengangkut orang sakit, melahirkan, atau ’kepancabayan’ (dalam keadaan bahaya) tetap berlaku sesuai tradisi," ujarnya.
Ia mengatakan, bagi instansi pemerintah dan swasta yang mengemban tugas pelayanan pada Nyepi agar menyiapkan petugasnya di tempat tugas sehari sebelum Nyepi pada 22 Maret 2012. "Kami harap, dengan adanya edaran ini dapat dijadikan pedoman dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Bali Komang Suarsana menyampaikan, pihaknya juga telah mengirimkan surat kepada semua manejemen stasiun televisi dan radio untuk tidak bersiaran pada saat Nyepi.
"Untuk stasiun televisi nasional agar tidak menyampaikan siarannya ke Bali. Sejauh ini semua sudah memberi tanggapan positif," ucap Suarsana.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang