Nasirun

Museum Zakat Budaya

Kompas.com - 29/02/2012, 02:06 WIB

Tahun ini, pelukis Nasirun (47) mendirikan museum yang khusus didedikasikan bagi para seniman senior yang terlupakan, bahkan terpinggirkan. Ia sering menyebut museum di Perumahan Bayeman Permai, Jalan Wates, Yogyakarta, itu sebagai museum zakat budaya.

Sebanyak 500 lukisan karya para seniman tersimpan di sana. Nasirun mengoleksi lukisan itu sejak 1994, sewaktu masih sebagai pelukis yunior dan belum dikenal orang.

”Museum ini didedikasikan untuk para seniman senior yang terlupakan, seperti Soenarto Pr dari Kelompok Sanggar Bambu, Affandi, Hendra Gunawan, dan Hariyadi. Kita harus belajar dan menghormati para senior,” kata Nasirun saat ditemui di museum yang didirikannya.

Beberapa lukisan, seperti ”Lahirnya Gatotkaca” karya Ratmoyo (1990), terpampang di sana. Harga lukisan itu disebut-sebut sekitar Rp 1 miliar. Namun, Nasirun mengoleksi lukisan itu dengan ”harga persahabatan” setelah pemilik tahu lukisan tersebut akan dipajang di museum kenangan.

Di lantai atas terpampang pula lukisan-lukisan lama karya pelukis Kartono Yudhokusumo sampai Rustamaji.

Selain mengoleksi karya para pelukis, tahun 1995, Nasirun juga mengoleksi lukisan berjudul ”Siteran” karya Wardoyo, dosennya yang juga menggelar pameran lukisan bersama dia.

”Waktu itu, lukisannya tak laku, begitu juga lukisan saya. Daripada tak dibeli, lukisan beliau saya beli,” ujarnya tertawa. (ABK)

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau