NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak mentah mengalami penurunan terbesar selama lebih dari lima minggu karena permintaan akan barang-barang tahan lama Amerika Serikat turun pada Januari lalu. Penurunan itu yang terbesar dalam tiga tahun.
Ini menandakan pertumbuhan ekonomi AS yang melambat dan permintaan bahan bakar menurun. Minyak mentah jenis West Texas Intermediate untuk pengantaran April turun 2,01 dollar AS menjadi 106,55 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange, Selasa (29/2/2012) waktu setempat atau Rabu pagi WIB. Adapun minyak Brent untuk penetapan April turun 2,62 dollar AS, atau 2,1 persen, menjadi 121,55 dollar AS per barrel di ICE Futures Europe exchange, London.
"Angka barang tahan lama tidak melukiskan gambaran permintaan yang kuat ke depan," sebut Addison Armstrong, Direktur Penelitian Pasar Tradition Energy, di Stamford, Connecticut.
Data Departemen Perdagangan AS memperlihatkan, pemesanan barang paling tidak untuk tiga tahun turun 4 persen. Di sisi lain, survei Bloomberg memprediksi, persediaan minyak mentah AS akan naik ke level yang tertinggi dalam lima bulam selama minggu lalu. Laporan terkait ini akan diumumkan Departemen Energi AS Rabu waktu setempat. "Kita akan melihat ada peningkatan dalam laporan minggu ini, yang juga akan memberikan sentimen negatif terhadap harga," tambah Addison.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang