Tki

Purwakarta Larang Warganya Jadi PRT di Luar Negeri

Kompas.com - 29/02/2012, 09:29 WIB

PURWAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, berencana melarang warganya bekerja sebagai pembantu rumah tangga di luar negeri. Sebagai kompensasinya, dana Rp 1 triliun akan dianggarkan selama lima tahun berturut-turut untuk memberdayakan sekitar 50.000 keluarga miskin.

Berulangnya persoalan yang menimpa tenaga kerja asal Purwakarta di luar negeri menjadi salah satu pertimbangan kebijakan itu. Terakhir, Neneng Sari (28), asal Wanayasa, dibui oleh kepolisian Arab Saudi karena hamil di luar nikah. Dia dilaporkan ke polisi oleh majikannya sendiri. Padahal, menurut Neneng, dirinya justru menjadi korban pemerkosaan oleh anak majikan.

Neneng telah ditahan sejak tiga bulan lalu. Namun, hingga Rabu (29/2/2012), sebagaimana disampaikan perwakilan keluarga Hoerudin (52), keluarga belum mengetahui apakah Neneng mendapat pendampingan hukum dan bagaimana kondisinya di tengah usia kehamilan yang mencapai tujuh bulan.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyatakan, faktor kemiskinan serta ketidaktersediaan lapangan kerja mendorong sebagian warganya berangkat ke luar negeri. Oleh karena itu, selain meningkatkan investasi yang memacu penyerapan lapangan kerja, pihaknya berupaya mengentaskan keluarga miskin untuk mengerem warga pergi ke luar negeri.

"Nanti hanya tenaga kerja dengan keahlian dan keterampilan khusus, seperti perawat, dokter, dan teknisi, yang diizinkan berangkat (ke luar negeri). Untuk pembantu rumah tangga, tidak dianjurkan berangkat, apalagi tanpa bekal keterampilan," ujarnya.

Larangan kerja sebagai pembantu rumah tangga di luar negeri akan diberlakukan sejalan dengan program pemberdayaan keluarga miskin. Menurut rencana, setiap tahun akan dianggarkan Rp 200 miliar selama lima tahun berturut-turut untuk program itu. "Jika siap, tahun 2013 pun bisa dilaksanakan," tambah Dedi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau