Piala eropa 2012

Melawan Ronaldo, Siapa Takut?

Kompas.com - 29/02/2012, 10:35 WIB

WARSAWA, KOMPAS.com - Pelatih timnas Polandia Franciszek Smuda menampik anggapan bahwa kiper timnya, Wojciech Szczesny, gemetar dan silau dengan kebintangan penyerang Portugal Cristiano Ronaldo menjelang laga uji coba di Stadion Nasional Warsawa, Polandia, Rabu (29/2/2012) atau Kamis dini hari WIB nanti.

Smuda menegaskan, Szczesny tidak terganggu dengan kebintangan pemain Real Madrid itu. Ia menyebut klaim bahwa kiper timnya cemas menghadapi Ronaldo sebagai "berita sampah". "Saya hampir tidak bisa membayangkan, kaki (Szczesny) gemetaran. Dia sudah terbiasa menghadapi pemain-pemain yang sering juara dan tidak dia takuti, itu pasti," lanjut Smuda dalam jumpa pers di Warsawa, Selasa (28/2/2012) atau Rabu dini hari WIB tadi.

Szczesny saat ini menjadi kiper utama klub Inggris, Arsenal, meski usianya baru 21 tahun. Sejak 2009, ia baru tampil sembilan kali di timnas Polandia. Meski demikian, ia disebut-sebut sebagai penerus generasi kiper-kiper hebat Polandia, seperti ikon tahun 1970-an Jan Tomaszewski, lalu Jerzy Dudek, dan Artur Boruc.

Dari 22 pemain yang disiapkan melawan Portugal, ada 16 pemain yang berlaga di luar Polandia, salah satunya Szczesny. Tujuh dari ke-16 pemain itu bermain di Jerman, tiga di antaranya cukup menonjol, yakni striker Robert Lewandowski, gelandang Kuba Blaszczykowski, dan bek Lukasz Piszczek.

Ketiga pemain itu menjadi tulang punggung Borussia Dortmund dalam menguasai puncak klasemen sementara kompetisi Bundesliga Jerman. Lewandowski bahkan dijuluki "Lewangoalski" berkat ketajamannya di mulut gawang lawan.

Di Bundesliga musim ini, ia telah menyarangkan 16 gol dari 23 laga atau terpaut dua gol di bawah pencetak gol terbanyak sementara, Klaas-Jan Huntelaar (Schalke 04) dan Mario Gomez (Bayern Muenchen). Namun, belum bisa dipastikan, apakah Smuda bisa memainkan Lewandowski saat menjamu Portugal karena cedera saat dua golnya ikut memenangkan Dortmund 3-1 atas Hanover di ajang Bundesliga, Minggu lalu.

Kedua golnya pada laga itu berkat assist rekannya sesama pemain Polandia, Jakub 'Kuba' Blaszczykowski dan Lukasz Piszczek. Terkait penampilan trio pilar Polandia itu, Pelatih Borussia Dortmund Jurgen Klopp menyatakan, "Polandia punya tiga pesepak bola sempurna tepat saat kick off Piala Eropa nanti. Saya bisa menjanjikan pada suporter Polandia bahwa Kuba, Robert, dan Lukadz masih bisa mencapai puncak penampilan."

Di Borussia Dortmund, Kuba menempati posisi di sayap kanan, Piszczek di bek sayap. Dengan skema permainan yang hanya menempatkan satu ujung tombak, Lewandowksi adalah striker kedua di Dortmund dan tampil starter jika striker Paraguay Lucas Barios cedera.

"Kami ingin mempertahankan penampilan kami di timnas (Polandia)," tegas Kuba. "Kami tidak perlu berkomunikasi terlalu banyak saat tampil bersama di lapangan. Kami sudah sama-sama tahu seperti apa permainan rekan lainnya."

Mengingat tingginya harapan suporter Polandia dan posisi negara mereka sebagai tuan rumah, Lewandowski mematok target ambisius di Piala Eropa 2012. "Kami harus bisa mencapai perempat final," tegasnya.

Polandia bersaing dengan Yunani, Rusia, dan Ceko di Grup A Piala Eropa. Mereka akan menjalani laga pembuka di Stadion Nasional Warsawa, 8 Juni mendatang. Selain dijadikan barometer kekuatan Polandia, laga uji coba melawan Portugal, Kamis dini hari WIB nanti, juga dijadikan tes laga pertama menjajal Stadion Nasional Warsawa, arena tempat laga pembuka Piala Eropa 2012 dan satu dari delapan stadion untuk menggelar ajang sepak bola terbesar se-Eropa itu.

Sumber: AFP dan www.uefa.com

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau