Siap Beli Rumah? Cek Lagi Kantongnya....

Kompas.com - 29/02/2012, 11:28 WIB

KOMPAS.com - Bersiap membeli rumah atau cukup hanya mengontrak? Ada baiknya, sebelum menentukan untuk membeli rumah, cek kembali kesiapan finansial Anda. Sudah siap atau belum?

Kesiapan memiliki rumah tidak dilihat dari usia, tetapi perlu melihat sejumlah faktor pendukungnya. Maka, tak perlu gelisah jika di usia 40 tahun Anda belum juga punya rumah.

Deana Arnett, konsultan dan pakar finansial di Manassas, Virginia, Amerika Serikat, mengatakan, manfaat terbesar memiliki rumah adalah Anda telah memanfaatkan uang untuk membangun atau membeli aset properti untuk diri Anda sendiri, bukan memberikan uang Anda sebagai uang sewa. Simak beberapa pertimbangan yang diungkapkan Arnett sebelum Anda menentukan hal ini:

Waktu yang tepat

Arnett mengatakan, waktu yang tepat memiliki rumah tidak ditentukan oleh faktor usia, melainkan faktor kematangan finansial. Maka, jika tabungan Anda semakin meningkat dan Anda tak lagi konsumtif, ini tentu pertanda baik untuk Anda.

Namun sebaliknya, jika Anda memiliki ciri-ciri berikut ini, ada baiknya Anda berpikir ulang untuk membeli rumah. Untuk saat ini, menyewa atau mengontrak rumah masih menjadi solusi lebih baik ini terkait beberapa faktor ini:

Tak ada dana cadangan

Anda tentu belum bisa membeli rumah jika Anda sendiri tidak punya dana cadangan atau dana darurat di rekening bank Anda. Perlu Anda ketahui, dana darurat harus dimiliki seseorang minimal sejumlah enam bulan dari pengeluaran rutin bulanan. Tanpa itu, Arnett menyarankan, sebaiknya tunda keinginan Anda membeli rumah.

Utang kartu kredit

Terkait utang kartu kredit, kemampuan mengukur kondisi keuangan sehat atau tidak bisa Anda ketahui dari pembayaran tagihan setiap bulannya. Jika mampu membayar lunas tagihan sebelum jatuh tempo, tandanya utang-utang kartu kredit Anda aman, tak ada masalah.

Anda pun bisa mengetahuinya dari cara bank menagih utang kartu kredit. Jika masih dalam batas mengingatkan dan belum menagih secara paksa, urusan utang kartu kredit Anda pun masih tergolong aman.

Sebaliknya, jika lebih sering membayar sesuai pembayaran minimum, sering kali terlambat membayar tagihan atau lebih dari jatuh tempo, dan periode utang kartu kredit semakin panjang dan bunganya semakin bengkak, Anda harus berhati-hati. Ini pertanda Anda bermasalah dengan tagihan kartu kredit. Apalagi, jika cara bank menagih sudah dengan ancaman. Kondisi ini akan menyulitkan Anda mengajukan KPR.

Urusan rumah tangga

Arnet mengungkapkan, saat akan membeli rumah, Anda bukan hanya perlu siap secara finansial, tetapi juga emosi. Untuk itu, kondisi hubungan dengan pasangan pun berpengaruh dalam proses kepemilikan rumah. Ada baiknya, kata Arnett,  jika saat ini Anda sedang bermasalah dengan pasangan, apalagi sampai ke urusan perceraian, Anda harus menunda impian membeli rumah. Bagaimana?

(Sumber: www.thefrisky.com)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau