Aksi "Sang Koboi" Demokan Xperia di Barcelona

Kompas.com - 29/02/2012, 13:10 WIB

BARCELONA, KOMPAS.com - Seorang pria berkebangsaan Jepang tiba-tiba mengambil ponsel dari sakunya secepat seorang koboi menarik pistol, lalu menekan satu tombol untuk mengambil gambar seorang pengunjung, yang kebetulan seorang gadis menarik.

Hal itu terjadi di booth Sony Mobile dalam Mobile World Congress (MWC) di Barcelona yang berlangsung 27-29 Februari 2012.

Laki-laki itu tak sedang mengincar sang gadis, namun rupanya sedang memberi demo fitur fast capture yakni bagaimana smartphone Xperia seri terbaru (Xperia NXT yang terdiri dari seri S, P, dan U) keluaran Sony bisa memotret dengan sekali pencet tombol, tanpa harus membuka kunci, masuk ke menu kamera, dan seterusnya.

Fitur ini, menurut Sony, membuat seseorang tidak akan kehilangan momen untuk mengambil gambar. Karena meski ponsel berada dalam modus standby, hanya dibutuhkan waktu kurang dari dua detik dengan sekali tekan, untuk memotret suatu objek.

Fast capture adalah fitur yang dimiliki Xperia S, P, dan U. Namun di luar itu, masing-masing ponsel memiliki karakteristiknya sendiri.

Xperia S adalah produk high-end dari jajaran itu. Smartphone yang diperkenalkan pada Consumer Electronics Show di bulan Januari 2012 itu dilengkapi kamera 12-megapixel, layar 4,3 inci, HD video playback dan kemampuan merekam dalam resolusi 720p.

"Ini adalah smartphone yang memungkinkan Anda untuk merasakan semuanya dalam HD," kata Chief Marketing Officer Sony, Steve Walker.

"Dukungan Mobile BRAVIA Engine dan resolusi 342 pixel per inci membuat Anda dapat menangkap video full HD, dan juga menikmati percakapan video dalam HD melalui kamera depan," ia melanjutkan.

White Magic

Sedangkan Xperia P, yang diumumkan Minggu (26/2/2012) di Barcelona sedikit lebih kecil dari seri S.

Xperia P punya layar 4-inci yang dilengkapi teknologi "White Magic" sehingga layarnya masih tetap jelas terlihat walau diterpa cahaya silau.

Fitur White Magic menjadi favorit pendemo dalam MWC, karena pengunjung akan dengan mudah melihat perbedaan tampilan antara layar seri P dibanding yang lain saat terkena cahaya silau.

White Magic memiliki empat subpixel untuk setiap pixel, bukan tiga seperti umumnya pixel. Subpixel yang keempat adalah putih, dan inilah yang menjadikan warna putih di layar sangat terang.

Fitur itu sekaligus menghemat energi karena hanya perlu satu subpixel menyala untuk menghasilkan warna putih. Menurut Sony, layar Xperia P ini kecemerlangannya mencapai angka 900 candela.

Dalam demo, terlihat jelas perbedaan antara layar White Magic dengan layar tiga subpixel. Saat tertimpa sinar terang, gambar pada layar biasa akan sulit terlihat, sementara pada layar White Magic tampak jelas.

Mengapa layar ini tidak disertakan pada seri S? Menurut Calm MacDougall, head of Xperia marketing, teknologi White Magic hanya optimum pada layar dengan lebar maksimum 4 inci. Sedangkan layar Xperia S sedikit lebih besar.

Xperia P juga mempu menayangkan video dalam resolusi 720p seperti seri S serta dilengkapi dengan kamera 8 megapiksel.

Cincin berubah warna

Sementara Xperia U adalah yang terkecil ukurannya sekaligus paling terjangkau harganya dibanding kedua saudaranya. Ponsel ini memiliki layar 3,5 inci dan prosesor 1 gigahertz.

Hal yang menonjol dalam demo ponsel ini adalah cincin transparannya yang bisa berubah warna menyesuaikan warna dominan yang muncul di layar. Walau semua Xperia NXT memiliki cincin transparan, namun hanya seri U yang diberi kemampuan ini, sesuai dengan segmen anak muda.

Seperti produk Sony yang lainnya, nilai sebenarnya ponsel ini tidak terletak dari kehebatan spesifikasi, namun dalam menyediakan konten hiburan Sony.

Karenanya seri ini pun dioptimalkan untuk keperluan menonton film, mendengarkan musik, atau bermain game.

Tak heran bila Xperia U juga dilengkapi teknologi xLOUD dan surround sound 3D Sony, untuk menghasilkan suara yang renyah dan nyaring.

Ponsel-ponsel baru Sony ini hadir dengan sistem operasi Android 2.3 Gingerbread. Upgrade ke Android 4.0 Ice Cream Sandwich akan segera dilakukan pada kuartal kedua 2012.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau