Bantu Si Kecil Mengeksplorasi Imajinasi

Kompas.com - 29/02/2012, 14:46 WIB

KOMPAS.com - Ingin punya anak kreatif yang siap menjawab berbagai tantangan di masa depan? Biarkan anak bermain dengan imajinasinya. Alih-alih membatasi imajinasi si kecil, akan lebih baik jika Anda menyikapi perilaku anak dengan cara kreatif untuk mendukungnya mengembangkan kreativitas.

Peran orangtua adalah mendampingi anak dalam segala aktivitasnya, mengarahkan agar imajinasi anak berkembang lebih kreatif, bukan dengan melarang apalagi membatasi anak-anak berimajinasi apalagi ketika mereka sedang bermain.

Psikolog anak, Astrid Wulansari Emeline mengatakan anak belajar dari permainan. Termasuk ketika anak sedang berimajinasi dengan berbagai permainan yang dilakukannya. Imajinasi inilah yang membantunya mengembangkan banyak ide. Ide yang lahir kemudian adalah bekal bagi anak dalam berkreativitas tanpa batas.

Membebaskan anak berimajinasi juga berlaku saat si kecil sedang asyik bermain peran. "Jangan lantas melarang anak bermain peran sebagai pekerja rumah tangga karena menganggapnya tak baik. Justru, melalui peran ini, dengan imajinasinya, anak sedang belajar bagaimana melayani dan berkomunikasi dengan orang lain. Atau ketika anak main mobil-mobilan, lalu ia menjadikan mobilan sebagai telepon, jangan lantas menyalahkan atau melarang anak karena sebenarnya ia sedang mengembangkan imajinasinya. Jangan menganggap perilaku anak seperti itu sebagai sesuatu yang aneh. Orangtua banyak yang tidak menyadari apa yang dilakukan anak adalah caranya dalam mengembangkan imajinasi," jelas Astrid kepada sejumlah media seusai peluncuran establisment Cosmos Secret Agent di KidZania, mal Pasific Place, Jakarta, Rabu (29/2/2012).

Alih-alih menganggap aneh perilaku anak saat ia bermain dengan imajinasinya, Anda dapat membaur bersamanya. Masuklah ke dunia imajinasi anak dengan variasi peran baru yang Anda munculkan dan kenalkan kepada si kecil. Anda dan si kecil pun dapat hanyut dalam permainan peran yang membantu anak mengeksplorasi imajinasinya dan memberikan pengalaman juga pembelajaran baru baginya.

"Untuk memiliki anak kreatif, orangtua juga harus kreatif. Orangtua harus bisa menerima bahwa anak juga punya cara dalam melihat sesuatu termasuk saat menyelesaikan masalah yang dihadapinya," jelas Astrid.

Berawal dari imajinasi dalam sebuah permainan, si kecil melatih dirinya menjadi pribadi yang kreatif. Ketika anak kreatif, mudah saja baginya dalam memunculkan ide-ide segar. Kalau kebiasaan seperti ini terlatih sejak kecil, saat dewasa nanti anak Anda tumbuh menjadi pribadi kreatif yang lebih berani dan siap menjawab berbagai tantangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau