Penyerangan ke rspad

Foto Renny Tupessy Mungkin Dipublikasikan

Kompas.com - 01/03/2012, 10:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi kemungkinan akan menetapkan RP alias Renny Tupessy ke dalam daftar pencarian orang, dan fotonya juga dipublikasikan. Sebab, hingga saat ini yang bersangkutan belum juga diketahui keberadaannya.

"Kemungkinan itu (fotonya dipublikasikan) bisa saja (dipublikasikan). Terhadap RP ini, kan, sudah ada peringatannya, pihak keluarga sudah diberi tahu, bahwa yang bersangkutan dicari kami, sebab keterangannya diperlukan untuk menambah terang duduk kasus penyerangan itu. Tetapi sampai saat ini dia tidak muncul. Dia tidak muncul juga," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Kamis (1/3/2012) pagi.

Ia menambahkan, Renny Tupessy adalah adik Edo Tupessy. Edo adalah seorang dari tujuh tersangka kasus penyerangan di Rumah Duka RSPAD yang sudah ditangkap dan ditahan di Polres Metro Jakarta Pusat. Edo disangka sebagai orang yang mengajak dan menyuruh penyerangan terhadap enam orang, di mana dua di antanya tewas di lokasi penyerangan.

Renny Tupessy, lanjut Rikwanto, dicari polisi karena sejumlah saksi melihat yang bersangkutan berada di lokasi kejadian saat penyerangan itu. Ciri fisiknya adalah bertubuh tinggi ramping dengan rambut kemerahan.

"Tetapi, kepastian kapan dia resmi di-DPO-kan dan fotonya disebar, saya tanyakan dahulu ke tim penyidik kasusnya," tambah Rikwanto.

Sementara mengenai tersangka kasus penyerangan tersebut, Rikwanto menegaskan, tetap tujuh orang, di mana dua orang di antaranya baru ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa malam. Dua orang itu adalah Yongki Maslebu dan Rely Pasipulan.

"Dua orang ini terbukti ikut menyerang dan memukuli korban dengan balok kayu dan senjata tajam," kata Rikwanto.

Sementara 19 orang lainnya yang ditangkap, setatusnya hanyalah sebagai saksi dan sudah dilepaskan lagi. Namun demikian, tim penyidik masih terus menganalisa dan memeriksa silang keterangan-keterangan mereka. "Jika nantinya ditemukan cukup bukti bahwa mereka atau di antara mereka terlibat mengeroyok para korban, tidak tertutup kemungkinan mereka menjadi tersangka dan ditahan," tutur Rikwanto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau