Angie Minta Anaknya Tak Dilibatkan

Kompas.com - 01/03/2012, 18:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka kasus dugaan korupsi wisma atlet SEA Games 2011, Angelina Sondakh, meminta anak-anaknya tidak dilibatkan dalam persoalan hukum. Angie (sapaan akrab Angelina) ingin fokus menjalani perannya sebagai seorang ibu bagi tiga buah hatinya, Zahwa, Aaliya, dan Keanu Jaabar Massaid.

"Saya juga mohon doa dan dukungannya dan saya meminta dengan segala kerendahan hati kepada semua pihak agar tidak melibatkan anak-anak saya dalam persoalan hukum saya," kata Angelina dalam temu media yang berlangsung di rumahnya, di Taman Cilandak, Jakarta, Kamis (1/3/2012) sore ini.

Tampak mengenakan kemeja putih yang dipadu celana jeans, Angie bercerita seputar tiga buah hatinya itu. Dia mengaku bersyukur masih dapat berkumpul dengan Zahwa, Aaliya, dan Keanu.

Hingga saat ini, KPK memang belum menahan Angie. Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, Angie akan ditahan menjelang berkas perkaranya lengkap.

"Anak-anak alhamdulillah masih sama-sama dengan saya. Nanti pulang sekolah, saya harus mengantar Zahwa ke dokter gigi, saya masih menjalankan tugas saya sebagai seorang ibu," sambung Angelina.

Di hadapan puluhan awak media sore tadi, Angelina mengaku terharu melihat kebersamaan anak-anaknya di rumah. Hal itu, lanjutnya, menjadi kekuatannya dalam menghadapi proses hukum di KPK.

"Saya melihat Zahwa, Aliya, dan Keanu bisa bersama-sama, itu merupakan kekuatan bagi saya. Keanu lagi senang-senangnya digendong sama kakak Zahwa, sama kakak Aliya. Kadang-kadang Keanu pagi-pagi juga antar kakaknya ke sekolah. Kebersamaan ini bagi saya adalah anugerah luar biasa," tuturnya.

Terkadang, lanjut Angelina, dia berharap almarhum Adjie Massaid, mendiang suaminya, berada di tengah-tengah kebersamaan anak-anak mereka. "Kadang-kadang saya sedih, berharap Mas Adjie bisa melihat kebersamaan ini," tutur dia.

Selebihnya, Puteri Indonesia 2001 itu enggan mengomentari permasalahan hukum maupun politik terkait dirinya. Angelina meminta media meredam pemberitaan buruk seputar dia dan keluarga.

"Saya bersabar saja, saya yakin Allah akan berikan kesabaran yang lebih kepada saya. Saya berusaha setiap hari bersabar ketika mendengar pemberitaan-pemberitaan yang miring kepada saya," ucap Angie.

Adapun Angelina ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait proyek wisma atlet SEA Games 2011. Angie yang pernah menjabat anggota Badan Anggaran DPR itu diduga menerima pemberian uang atau janji terkait proyek senilai Rp 191 miliar tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau