Ditanya Soal BlackBerry, Angelina Tolak Komentar

Kompas.com - 01/03/2012, 18:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka kasus dugaan korupsi wisma atlet SEA Games 2011, Angelina Sondakh, menolak berkomentar seputar kasus hukum yang melilitnya, termasuk soal kesaksiannya dalam sidang Muhammad Nazaruddin, terdakwa kasus suap wisma atlet. Angelina mengatakan tidak ingin memperkeruh suasana.

"Semua sudah disampaikan di persidangan, saya tidak ingin mengulang lagi. Saya sudah katakan di awal, tidak ingin mengomentari lebih jauh lagi supaya tidak memperkeruh suasana," kata Angelina saat ditanya soal komunikasi BlackBerry Messenger (BBM) antara dirinya dan Mindo Rosalina Manulang dalam temu media di kediamannya, di Cilandak, Jakarta, Kamis (1/3/2012).

Terkait kesaksiannya dalam persidangan kasus Nazaruddin, Angelina dianggap berbohong karena membantah semua keterangan Rosa soal komunikasi BBM. Angelina alias Angie mengaku tidak pernah berkomunikasi BBM dengan Rosa dan tidak menggunakan BlackBerry hingga akhir 2010. Dalam kesempatan temu media di rumah Angie sore ini, para pewarta juga melontarkan pertanyaan siapa yang berbohong di antara Angie dan Rosa. Pertanyaan itu kembali tidak dikomentari Angie.

"Saya sudah jelaskan di awal dan saya mohon untuk dihargai dan dihormati. Saya tidak ingin membicarakan persoalan hukum saya, biarlah proses hukum itu berjalan dengan baik dan saya yakin sekali lagi penegak hukum akan bekerja profesional," paparnya.

Atas dugaan kesaksian palsu ini, Angelina dilaporkan Nazaruddin ke Polda Metro Jaya. Kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games juga menjerat Angelina. Puteri Indonesia 2001 itu ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan menerima pemberian atau janji terkait proyek senilai Rp 191 miliar tersebut. Hingga kini, KPK belum menahan Angelina. Saat ditanya kapan jadwal pemeriksaannya di KPK, Angelina menjawab minta didoakan.

"Terakhir statement saya, saya minta dukungannya hadapi semua proses hukum. Saya mohon agar saya didoakan, bisa menyelesaikan permasalahan hukum saya dengan baik," ucapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau