BATAM, KOMPAS.com — Sebanyak 28 imigran gelap memasuki Batam, Kepulauan Riau, selama dua bulan terakhir ini. Batam dijadikan lokasi transit sebelum menuju wilayah lain di Indonesia.
Kepala Pengawasan Keimigrasian Batam Santosa mengatakan, para imigran itu berasal dari Myanmar, Afganistan, dan Sri Lanka. ”Imigran Sri Lanka awal pekan ini tertangkap saat akan masuk Bandara Hang Nadim. Mereka memegang boarding pass pesawat,” ujarnya, Kamis (1/3/2012) di Batam. Para imigran itu masuk ke Batam melalui jalur laut.
Sebagian di antara mereka nekat turun di pelabuhan umum dengan berbekal dokumen palsu. Sebagian lagi menumpang perahu kecil dan mendarat di pantai yang sepi.
Terkait penangkapan imigran Sri Lanka, Kepala Bandara Hang Nadim Hendro Harijono mengatakan, pihaknya mempersilakan petugas bandara diperiksa bila memang terlibat. ”Kami tidak akan melindungi pelanggar,” tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang