JAYAPURA, KOMPAS.com — Perwakilan pekerja dan manajemen PT Freeport Indonesia terus berupaya mematangkan kesepakatan di antara mereka untuk memulihkan kembali kondisi kerja perusahaan tersebut.
Ketika dihubungi dari Jayapura, Kamis (1/3/2012), Ketua Bidang Humas SPSI PT Freeport Indonesia Derek Mote berharap dalam satu atau dua hari mendatang aktivitas kerja di area operasi PT Freeport Indonesia dapat pulih kembali.
”Mulai Jumat atau Sabtu ini, pekerja kembali naik ke area kerja dan operasi kembali normal,” kata Derek Mote.
Ia mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, perwakilan pekerja dan manajemen terus bertemu untuk membahas perjanjian bersama.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PT Freeport Indonesia menghentikan sementara operasional tambang mereka sejak Kamis pekan lalu. Penghentian itu disebabkan perselisihan antara karyawan yang sebelumnya ikut dalam mogok kerja dan karyawan lain yang tidak ikut mogok.
Juru bicara PT Freeport Indonesia, Ramdani Sirait, ketika dihubungi saat itu mengatakan, pihak perusahaan itu terus bekerja sama dengan pimpinan serikat pekerja dan pejabat pemerintah untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kembalinya karyawan ke tempat kerja. Namun, ia belum dapat memastikan kapan operasional tambang akan aktif kembali.
Pada paruh akhir tahun lalu, sekitar 7.000 karyawan PT Freeport Indonesia mogok kerja. Saat itu mereka menuntut perbaikan kesejahteraan yang disesuaikan dengan kemampuan dan kontribusi perusahaan tersebut pada Freeport McMoran, induk perusahaan itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang