Uji coba resmi motogp 2012

Rossi Sangat Khawatir dengan Hasil Tes yang Negatif

Kompas.com - 01/03/2012, 22:03 WIB

SEPANG, Kompas.com - Valentino Rossi sempat optimistis ketika melakukan debutnya bersama Ducati baru Desmosedici GP12 pada uji coba resmi pertama pra-musim MotoGP 2012 di Sepang, Malaysia, 31 Januari - 2 Februari lalu. Tetapi kini, "The Doctor" tampaknya mulai khawatir, karena ternyata performa motor baru itu belum sesuai dengan apa yang dibayangkan, setelah dia menyelesaikan uji coba resmi kedua di sirkuit yang sama, Kamis (1/3/12).

Pada tes pertama, Rossi finis di urutan kelima dengan pautan waktu 1,2 detik dari pebalap Repsol Honda, Casey Stoner. Tetapi pada tes resmi kedua yang berakhir hari ini, Rossi terpuruk ke urutan ke-10, meskipun ada satu hal yang cukup positif, yaitu dia "hanya" tertinggal 1,0 detik dari Stoner.

Akan tetapi, hasil keseluruhan ini memberikan gambaran bagaimana persiapan pebalap Italia tersebut menghadapi seri pembuka MotoGP 2012 di Qatar, 8 April mendatang. Juara dunia tujuh kali MotoGP ini pasti merasa tidak nyaman, karena ambisinya untuk bersaing dengan para pebalap Honda dan Yamaha pada musim keduanya bersama Ducati, bakal sulit terwujud.

"Ini agak negatif," ujar Rossi, di paddock Sepang, Kamis (1/3/12). "Satu-satunya yang positif adalah bahwa jarak dengan posisi pertama sedikit berkurang, tetapi sayang posisi kami jauh lebih buruk.

"Hanya berada di belakang pabrik Honda dan Yamaha setelah tes pertama adalah hal positif, tetapi segala yang kami coba di sini - terutama untuk memecahkan masalah terbesar kami - tidak bekerja.

"Kami lebih dekat dengan yang teratas, tetapi sekarang kami juga berada di belakang dua pebalap Monster Yamaha dan tim satelit Honda. Kami sangat khawatir dengan alasan ini khususnya.

"Sistem elektronik baru bekerja dengan baik, dan membantu di lintasan lurus, tetapi saya terlalu lambat ketika masuk tikungan dan saya tidak bisa mempertahankan kecepatan di tikungan. Saya juga mengalami pergerakan saat akselerasi.

"Kami tidak sangat, sangat jauh - tetapi 0,6 detik dalam kecepatan cukup banyak."

Rossi menerangkan bahwa kesulitan terbesarnya adalah mengendalikan motor, yang mana memaksanya untuk terlalu banyak mengerem. Ini tentu saja berpengaruh pada kecepatan di tikungan.

Meskipun demikian, juara dunia sembilan kali grand prix ini merasa GP12, yang menggunakan rangka aluminium tiang kembar, masih jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Pasalnya, motor 800 cc tahun lalu benar-benar membuat Rossi tak berdaya, sehingga dia hanya bisa satu kali naik podium sepanjang musim 2012.

"Saya pikir kami sudah berubah dari tahun lalu, karena kami memiliki dua atau tiga momen hari ini, di mana dengan motor tahun lalu saya mungkin jatuh!" ujarnya dengan tersenyum. "Tetapi itu tidak cukup.

"Sekarang, ketika kami membuat sejumlah perubahan pada motor sehingga agak presisi dan bisa menjawab persoalan pada motor tahun lalu, tetapi kami justru tidak mengatasi apapun."

Inilah yang membuat mantan pebalap Honda dan Yamaha tersebut cukup frustrasi. Dia mengaku belum ada jawaban pasti. "Sayang, dengan motor ini saya tidak bisa semakin kencang, seperti pebalap lain di motor lainnya, dan kami harus memahami mengapa ini terjadi."

Meskipun Rossi mengalami masalah, pebalap Pramac Ducati, Hector Barbera, justru "berjaya". Dia menjadi pebalap Ducati dengan posisi terbaik pada hari terakhir uji coba resmi hari ini, karena finis di urutan keenam. Sedangkan rekan setim Rossi, Nicky Hayden, justru terpuruk di urutan ke-11.

Nah, Rossi dan Ducati masih punya satu kesempatan lagi untuk memecahkan segala persoalan yang membelit. Uji coba terakhir di Jerez, Spanyol, 23-25 Maret akan jadi momen yang krusial dalam persiapan mereka menghadapi seri pembuka musim 2012.

"Sekarang kami pergi ke Jerez, trek lain dan temperatur yang lain, dan kami mencoba untuk memahami di mana kami berada. Dan kemudian kita lihat hasilnya," ujar Rossi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau