Korupsi pajak

Dhana Widyatmika Syok

Kompas.com - 02/03/2012, 08:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka kasus dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Pajak, Dhana Widyatmika,  Jumat (2/3/2012) ini,  kembali menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Tindak Pidana Khusus di Kejaksaan Agung, Jakarta.

Ia datang didampingi dua pengacaranya, Daniel Alfredo dan Reza. Seperti saat pemeriksaan perdananya pada Kamis (1/3/2012), Dhana bergegas masuk ke dalam ruang pemeriksaan Tindak Pidana Khusus menghindari wartawan. Hari ini ia memakai sebuah kemeja berwarna gelap dan topi biru tua yang kemarin juga dipakai untuk menutupi sebagian wajahnya. Menurut Reza, Dhana mengalami syokk ketika tahu awak media mengejar-ngejarnya sejak kemarin.

"Dia syok. Dia terpukul, tapi ya sudah dia merasa seluruh proses ini harus dijalani," ujarnya kepada wartawan.

Meski terpukul karena dalam pemeriksaan tadi malam ia dikejar-kejar wartawan, Reza mengatakan, Dhana siap menjalani pemeriksaan lanjutan hari ini. "Untuk pemeriksaan hari ini materinya kami belum tahu apa. Pemeriksaan kemarin baru berupa administratif seperti pekerjaan dan riwayat hidup Mas Dhana," terangnya.

Sebelumnya, malam tadi saat keluar dari gedung Kejaksaan usai menjalani pemeriksaan, Dhana terlihat menitikkan airmata. Puluhan wartawan menjegatnya dan mencecarnya dengan banyak pertanyaan.

Pegawai Negeri Dinas Pendapatan Daerah DKI ini menjadi tersangka pada 24 Februari 2012 lalu, setelah Kejaksaan Agung mendapat laporan temuan rekening "gendut" Dhana dari PPATK.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau