BRUSSELS, KOMPAS.com — Sebuah keputusan untuk melipatgandakan kapasitas penyuntikan modal talangan di zona euro dilaporkan akan segera dibuat negara-negara kawasan Eropa.
Himpunan dana yang dapat digunakan sebagai cadangan modal darurat ini akan berjumlah besar sehingga disebut-sebut sebagai superfund. Demikian laporan kantor berita Reuters dari Brussels, Jumat (2/3/2012).
Niat ini akan direalisasikan dalam pertemuan informal para menteri keuangan Uni Eropa di Copenhagen pada 30-31 Maret 2012. Superfund dibentuk dengan menggabungkan dana sebesar 250 miliar euro yang saat ini dihimpun dalam program European Financial Stability Facility (EFSF) dan 500 miliar euro dalam European Stability Mechanism (ESM).
Sebelumnya, negara-negara berkapasitas ekonomi besar seperti Amerika Serikat, China, Jepang, dan Kanada menekan Eropa untuk mengombinasikan sumber-sumber pendanaannya agar dapat menyediakan dana ekstra bagi Dana Moneter Internasional (IMF).
Akan tetapi, Jerman dan Finlandia menolak adanya pendanaan yang lebih besar, sebab dana yang ada saat ini dirasa sudah cukup. "Ada yang berpikir bahwa pertemuan para menteri di zona euro pada 12 Maret 2012 terlalu awal bagi Jerman untuk bisa melakukan manuver.
Isu (penolakan pembesaran dana talangan) kemungkinan akan diabaikan hingga pertemuan Ecofin yang informal," ujar sumber yang dekat dengan diskusi tentang pengembangan Superfund Eropa itu.
Pemimpin pertemuan 12 Maret 2012, Herman van Rompuy, mengonfirmasi bahwa keputusan tentang superfund akan digeser ke pertemuan tingkat menteri keuangan. "Kami akan bicarakan ulang, seperti yang kami sepakati di Desember (2011). Batas atas EFSF dan ESM pada bulan maret," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang