Ekspedisi cincin api

Tim Ekspedisi Cincin Api Gapai Puncak Gunung Api Tertinggi

Kompas.com - 02/03/2012, 10:53 WIB

KERSIKTUO, KOMPAS.com - Tim Ekspedisi Cincin Api Kompas berhasil menggapai puncak Gunung Kerinci (3.805 mdpl) yang merupakan puncak gunung api tertinggi di Indonesia, Jumat (2/3/2012).

Puncak Gunung Kerinci digapai pukul 07:30 WIB setelah menempuh jalur yang sangat terjal selama 3,5 jam dari shelter 2. Perjalanan menuju puncak Kerinci cukup berat dengan medan yang terus menanjak. Jalan datar sudah tidak ditemui sepanjang pendakian.

Para pendaki harus melewati parit sempit sedalam 1,5-2 meter dari shelter 2 ke shelter 3. Rute yang harus dilewati dengan hati-hati karena licin ini ditempuh selama satu jam.

Dari batas vegetasi di shelter 3, jalur pendakian berupa kerikil lepas yang melorot jika diinjak. Rute menuju puncak ini berada di igir tipis yang diapit jurang. Beberapa segmen pendakian harus dilalui dengan merangkak karena kemiringan lebih dari 45 derajat.

Saat turun, beberapa pendaki harus melorot karena tidak bisa berdiri di jalur yang sangat curam itu. Cuaca cerah mengiringi perjalanan menuju puncak gunung api tertinggi di Indonesia ini.

Angin kencang dan hujan yang mengguyur pada Kamis malam berubah cerah dengan bintang bertaburan di langit. Namun, udara membekukan mencapai 5 derajat Celcius mulai ketinggian 3.600 mdpl.

Panorama alam dari puncak Gunung Kerinci sangat menakjubkan dengan bentang perkebunan teh dan kentang, danau kaldera Gunung Tujuh dan deretan Bukit Barisan.

"Setelah mendaki Gunug Kerinci kami akan mendaki Gunung Tujuh untuk mengamati fenomena danau vulkanik yang terbentuk oleh letusan kaldera.

Perjalanan ini merupakan bagian dari penelusuran jejak-jejak aktivitas vulkanik dan tektonik di sepanjang Sesar Sumatera.

Patahan besar di sepanjang Bukit Barisan itu merupakan fenomena alam yang erat hubunganya dengan kehidupan manusia, namun belum banyak dikupas dan dikontekskan dengan masalah kebencanaan di masa kini dan mendatang," ujar Ketua Tim Ekspedisi Cincin Api Kompas Ahmad Arif. (Agung Setyahadi/Wawan H Prabowo/Prasetyo Eko P/Eddy Hasbi/Ahmad Arif)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau