Turis Australia Penelan Narkoba Sempat Kabur Sebelum "Berkubang"

Kompas.com - 02/03/2012, 16:19 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Edward Norman Myatt (55), turis asal Australia yang ditangkap aparat Bea dan Cukai Ngurah Rai karena menelan 72 kapsul berisi narkoba, sebelumnya sempat berusaha kabur saat akan dibawa ke rumah sakit, Senin (27/2/2012) lalu. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara petugas Bea dan Cukai dengan tersangka sebelum akhirnya pria jangkung tersebut ditangkap karena tercebur di dalam sebuah kubangan.

"Saat kondisi macet di depan Bosche, dia membuka pintu dan kabur. Kita kejar dia dan dia masuk ke dalam kubangan kolam, kemudian kita tangkap," jelas Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Ngurah Rai, Made Wijaya, saat konferensi pers, Jumat (2/3/2012).

Petugas membawa Edward ke rumah sakit BIMC untuk memeriksa perutnya karena dicurigai berisi benda tak wajar. Petugas semakin yakin Edward membawa benda yang terlarang karena dia berusaha melarikan diri di tengah jalan.

Seperti diberitakan, seorang turis Australia, Edward Norman Myatt, ditangkap aparat Bea dan Cukai Ngurah Rai, Senin lalu, karena menelan 72 kapsul berisi narkoba. Setelah diperiksa 71 kapsul positif hasish seberat 1,103 gram dan 1 kapsul lainnya berisi sabu seberat 7 gram. Kini tersangka sudah dilimpahkan ke Mapolda Bali untuk pemeriksaan lebih lanjut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau