TEHERAN, KOMPAS.com — Pemimpin Tertinggi Iran menyerukan rakyatnya agar menggunakan hak pilih pada pemilihan umum parlemen yang digelar hari ini, Jumat (2/3/2012). Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, tingkat kehadiran pemilih yang tinggi akan mengirim pesan tegas kepada musuh negara.
Pemilu ini untuk memilih 290 anggota parlemen dan merupakan pemungutan suara besar pertama sejak terpilihnya kembali Mahmoud Ahmadinejad sebagai presiden pada Juni 2009, hasil pemilu yang menjadi sengketa dan memicu demonstrasi besar-besaran.
Pemilu kali ini dipandang sebagai pertarungan antara pendukung Ahmadinejad dan pengikut Khamenei. Partai Hijau yang menjadi oposisi tidak ambil bagian dalam pemilu ini dan para pemimpinnya saat ini menjalani tahanan rumah selama lebih dari setahun.
Pada Jumat pagi, televisi Iran menayangkan laporan Khamenei memilih di Teheran. Dia mengatakan, berpartisipasi dalam pemilu merupakan "kewajiban dan hak" warga Iran.
"Mengingat kontroversi terkait Iran dan meningkatnya ancaman verbal (kepada Iran), semakin banyak rakyat yang datang ke tempat pemungutan suara semakin lebih baik bagi negara. Pemilu selalu membawa pesan bagi sahabat dan musuh," kata Khamenei.
Lebih dari 48 juta rakyat Iran memiliki hak suara dan pemerintah menyediakan sekitar 47.000 tempat pemungutan suara di seluruh negeri.
Berbagai laporan menyebut beberapa pendukung Ahmadinejad diam-diam mengajak pemilih untuk tidak datang ke TPS.
Hubungan antara Ahmadinejad dan Khamenei memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah pendukung Ahmadinejad mengeluh kandidat mereka dihalangi untuk mencalonkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang