Iran Memilih Wakil Rakyat

Kompas.com - 02/03/2012, 17:29 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com — Pemimpin Tertinggi Iran menyerukan rakyatnya agar menggunakan hak pilih pada pemilihan umum parlemen yang digelar hari ini, Jumat (2/3/2012). Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, tingkat kehadiran pemilih yang tinggi akan mengirim pesan tegas kepada musuh negara.

Pemilu ini untuk memilih 290 anggota parlemen dan merupakan pemungutan suara besar pertama sejak terpilihnya kembali Mahmoud Ahmadinejad sebagai presiden pada Juni 2009, hasil pemilu yang menjadi sengketa dan memicu demonstrasi besar-besaran.

Pemilu kali ini dipandang sebagai pertarungan antara pendukung Ahmadinejad dan pengikut Khamenei. Partai Hijau yang menjadi oposisi tidak ambil bagian dalam pemilu ini dan para pemimpinnya saat ini menjalani tahanan rumah selama lebih dari setahun.

Pada Jumat pagi, televisi Iran menayangkan laporan Khamenei memilih di Teheran. Dia mengatakan, berpartisipasi dalam pemilu merupakan "kewajiban dan hak" warga Iran.

"Mengingat kontroversi terkait Iran dan meningkatnya ancaman verbal (kepada Iran), semakin banyak rakyat yang datang ke tempat pemungutan suara semakin lebih baik bagi negara. Pemilu selalu membawa pesan bagi sahabat dan musuh," kata Khamenei.

Lebih dari 48 juta rakyat Iran memiliki hak suara dan pemerintah menyediakan sekitar 47.000 tempat pemungutan suara di seluruh negeri.

Berbagai laporan menyebut beberapa pendukung Ahmadinejad diam-diam mengajak pemilih untuk tidak datang ke TPS.

Hubungan antara Ahmadinejad dan Khamenei memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah pendukung Ahmadinejad mengeluh kandidat mereka dihalangi untuk mencalonkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau